Sabtu, 01 Oktober 2022


Kolaborasi Itjen Kementan, KPK dan BPKP Percepat Jaga Pangan

08 Agu 2022, 15:29 WIBEditor : Herman

Penandatanganan PKS, Itjen Kementan, KPK dan BPKP | Sumber Foto:Eko

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Dalam mempercepat pengawalan/pengawasan berbagai program strategis, prioritas, dan superprioritas Kementerian Pertanian khususnya program Jaga Pangan, Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Senin (8/8).  

Penandantanganan PKS merupakan tindak lanjut dari MoU antara Menteri Pertanian dengan KPK RI tentang Pencegahan dalam Upaya Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi di Bidang Pertanian dan dengan BPKP tentang Penguatan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik di Lingkungan Kementerian Pertanian yang keduanya ditelah ditandatangani pada tanggal 20 April 2022. 

Hal tersebut juga sekaligus sebagai wujud nyata dari kolaborasi dan sinergitas antara Inspektorat Jenderal (Itjen) dengan aparat penegak hukum atau badan pengawas lain dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan.  

Ditegaskan Inspektur Jenderal Kementerian pertanian, Dr. Jan S Maringka bahwa kegiatan tersebut prinsipnya adalah untuk implementasi percepatan program-program kebijakan pengawasan, khususnya program Jaga Pangan.  

“Kita harapkan kedepan Jaga Pangan ini bisa membuat percepatan terhadap program-program Kementerian pertanian agar bisa berjalan lebih tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran.,” jelasnya.

Ditambahkan Jan S Maringka, implementasi penandatanganan PKS dalam penguatan SDM dalam Audit Investigatif dilaksanakan oleh KPK dan BPKP yang akan dilaksanan di Diklat BPSDMP Ciawi. 

Sementara itu, Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Dr Pahala Nainggolan CA dalam arahanya mengatakan bahwa para pelaksana teknis di Kementerian Pertanian menjadikan Inspektora jenderal sebagai partner dalam menjalankan berabgai progam yang dikerjakan.

Karena itu Pahala Nainggolan berharap beberapa hal dari para pelaksana teknis dalam lingkup Kementetian Pertanian. Yang pertama  secara institusi para pelaksana teknis dalam mengambil keputusan mengikuti pertimbangan tkenis dan bila tidak jelas bisa bertanya kepada inspektorat. Dan secara individu para pelaksana teknis harus membentengi diri dari suap dan gratifikasi.  

‘Soal intergensi sehinga jawabtan anda bisa goyang itu silahkan anda memilih. Dan saya berharap bapak/ibu bangga sebagai orang pertanian dan memiliki Inspektorat yang mejadi teman anda, dan tanya kalau ada yang tidak jelas,” ujarnya di hadapan 400 peserta yang hadir secara online maupun offline di Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian.

Pada kesempatan yang sama Deputi Kepala BPKP Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman BPKP, Salamat Simanullang, AK., MBA mengatakan ada dua hal yang diharapkan.  

Yang pertama adalah penguatan SDM  Inspektorat Jenderal dan partnership ketika melakukan kegiatan pengawasn dan yang kedua memberikan rasa nyaman pada unit teknis ketika melakukan kegiatan.  

“Harapan kita nanti ketika melakukan pengawasan seluruh program strategis yang ada di Kementerian Pertanian yang terkait dengan pangan, kita berhadap teman-teman yang ada di unit teknis merasa lebih nyaman melakukan pekerjan-pekerjaan mereka,” ujarnya.   

Salamat Simanullang  mengaskan dengan angaran yang besar maka resiko juga semakin besar dan kekhawatiran pelaksana teknis akan semakin tinggi. Karena itu, Inspektorat Jenderal akan lebih berperan kepada pendampingan (consulting), dengan harapan pelaksana teknis akan berdiskusi ketika akan melakukan kegiatan  

“Sehinga pada saat melakukan kegiatan mereka (pelakasana teknis) akan lebih bisa melaksanakan tugasnya dengan baik,” tambahnya.  

Dalam kegiatan tersebut,  Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian juga me-launching Sistem Informasi Terintegrasi “SI JAM PANG”, yaitu Sistem Integrasi JAGA PANGAN. Juga memperkenalkan komoditas pertanian ungulan yang banyak digemari masyarakat KOPI SI JAM PANG. 

Reporter : Eko
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018