Sabtu, 01 Oktober 2022


Bayer Indonesia Menjawab Tantangan Pertanian dan Kesehatan Masyarakat Tani

11 Agu 2022, 22:58 WIBEditor : Gesha

Pertanian Indonesia | Sumber Foto:Bayer Indonesia

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Permasalahan pertanian dan kesehatan masyarakat hingga sekarang masih menjadi tantangan Indonesia ditengah pertumbuhan dunia dan tantangan global lainnya. Menjawab ini, Bayer Indonesia hadir menjawab permasalahan dengan BISA. 

"BISA adalah Bayer untuk Indonesia, yakni program untuk mewujudkan visi dari Bayer yaitu Health for All, Hunger for None (Kesehatan untuk Semua, Dan Tidak Ada Kelaparan Untuk Siapapun), " ungkap Laksmi Prasvita,  Head of Communications, Public Affairs, Science and Sustainability,  Bayer Indonesia ketika menyapa awak media dalam Media Trip Kunjungan Desa Tangguh Indonesia Kuat di Desa Ciasihan, Kamis (11/08). 

Laksmi menambahkan, pertanian dan kesehatan saling berkaitan. Karena penduduk akan semakin banyak, produksi makanan (pangan) pun harus dipercepat agar tidak ada resiko krisis pangan. Disisi lain, permasalahan kesehatan juga tak bisa diabaikan, khususnya yang berkaitan dengan nutrisi dan kesehatan reproduksi. 

Bayer Indonesia sendiri memiliki banyak praktisi yang ahli dari bidang pertanian dan kesehatan. "Bisnis unit di Bayer terdiri dari 3 yakni Bisnis Unit Pertanian, Pharmaceutical dan Consumer Good, " tambahnya. 

Selama dua tahun terakhir, Bayer Indonesia sudah mengaplikasikan BISA dengan program utama yakni Better Smart Farming di bidang pertanian dan program Nutrient Gap Initiative di bidang kesehatan nutrisi dan perawatan kesehatan mandiri. 

"Modelnya berbasis di desa dan keluarga petani. Menjangkau 15 provinsi dan 90 Kabupaten se-Indonesia dan memberikan manfaat bagi 800 ribu petani dan keluarganya, " tuturnya. 

Ditargetkan hingga tahun 2030 dengan BISA, Bayer Indonesia ingin menjangkau 4 juta petani kecil di Indonesia dengan meningkatkan produktivitas dan kesejahteraannya. Bayer Indonesia juga ingin menjangkau 1 juta masyarakat rentan pangan dan kesehatan untuk diberikan edukasi nutrisi dan perawatan kesehatan mandiri. 

Disaat yang sama, Bayer Indonesia juga ingin menjangkau 1 juta perempuan supaya bisa memahami dengan lebih baik kesehatan perempuan dan keluarga berencana. 

Better Life Farming 

Smallholders Farming Manager Bayer - Crop Science dari Bayer Indonesia, Dani Prasetya menambahkan, inisiatif Bayer ‘Better Life Farming’ memfokuskan pada tiga pendekatan yakni kemitraan dengan pelaku bisnis di sepanjang rantai nilai, pemberdayaan kios tani di level desa sebagai penghidup ekosistem bisnis pertanian, dan pemberdayaan petani dengan teknologi mutakhir.

"Tujuan program ini, kita meningkatkan produktivitas petani, meningkatkan pendapatan petani, membangun enterprneurship di tingkat lokal hingga akhirnya bisa membangun ekosistem bisnis berkelanjutan agar pertanian bisa lebih holistik," jelasnya. 

Pada tahun 2020, area program Better Life Farming telah mencakup wilayah Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat.

“Bayer ingin memberi manfaat untuk para petani Indonesia tidak hanya dari segi pemberdayaan usaha tani, namun juga peningkatan kualitas hidup dalam hal kesehatan keluarga. Program Better Life Farming akan berjalan hingga 2030 dengan target 20 persen dari petani penerima manfaat adalah perempuan petani,” tambahnya. 

Sementara itu, Mercy Corps Indonesia yang diwakili oleh Ade Soekadis selaku Direktur Eksekutif, turut menyampaikan dukungannya terhadap program Better Life Farming dengan seluruh kegiatan yang dijalankan melalui BLF.

Mitra strategis dalam melaksanakan program tersebut, Mercy Corps Indonesia menyatakan bahwa dengan jaringan yang luas dan tim ahli dari Mercy Corps, aksi kolaboratif tersebut dapat sukses mencapai target dan optimis mampu menyukseskan agenda nasional dalam mengembangkan sektor pertanian tanah air.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018