Selasa, 27 September 2022


Contohkan Masyarakat, BPTP Riau Tanam Sorgum di Siak

17 Sep 2022, 09:08 WIBEditor : Gesha

Praktek Tanam Sorgum di Siak | Sumber Foto:BPTP RIAU

TABLOIDSINARTANI.COM, Siak --- Pengembangan sorgum kini menjadi salah satu program pemerintah melalui Kementerian Pertanian dalam upaya menjaga ketahanan pangan menghadapi krisis global yang tengah melanda sebagian negara di dunia. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Riau melakukan sosialisasi dan penanaman sorgum sebagai percontohan pada masyarakat di Siak. 

"Saat ini dunia menghadapi ancaman krisis komoditas pangan yang mengakibatkan kenaikan-kenaikan harga pangan. Oleh karena itu, perlu adanya rencana besar dalam menghadapi ancaman tersebut salah satunya dengan memanfaatkan alternatif bahan pangan, yaitu komoditas sorgum. Sebagai tanaman yang multiguna, sorgum sangat potensial untuk dikembangkan bukan hanya sebagai sumber pangan alternatif, namun juga sebagai pakan ternak dan bahan bakar," sebut Kepala BPTP Riau Dr. Shannora Yuliasari, STP, MP. Karenanya, BPTP Riau merasa perlu menggelar rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penguatan Pengembangan Sorgum terstandar dengan target peserta 200 orang di 4 lokasi di beberapa kabupaten di Provinsi Riau yang dimulai pada hari ini Kamis (15/9/2022) di Kabupaten Siak.

Bimtek di Kabupaten Siak dilaksanakan di Desa Langsat Permai, Kecamatan Bungaraya yang diikuti oleh 50 orang peserta dengan menghadirkan narasumber Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros Dr. Amin Nur. Bimtek dirangkai dengan praktik budidaya sorgum serta penyerahan benih sorgum dan saprodi oleh BPTP Riau.

Shannora menambahkan, dengan persyaratan tumbuh yang cukup sesuai dengan kondisi lahan kering dan perubahan iklim di Provinsi Riau, tanaman sorgum menjadi salah satu komoditas alternatif yang potensial untuk dikembangkan di Provinsi Riau. Tanaman sorgum memiliki daya adaptasi yang luas khususnya di daerah marginal lahan kering dan tidak memerlukan input yang tinggi. Selain itu, di Provinsi Riau sebanyak 11.000 Ha lahan replanting sawit sangat potensial untuk ditanami sorgum.

Dirinya juga memaparkan kunci utama pengembangan komoditas pertanian, selain teknologi tentu saja harus ada pasarnya. BPTP Riau juga telah menjajaki kerjasama dengan PT Sorgum Indonesia, Asosiasi Sorgum Indonesia untuk wilayah Riau dan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia Kabupaten Siak dalam pengembangan sorgum di Provinsi Riau. Harapan besar petani, PT Sorgum Indonesia mampu menjadi OFFTAKER yang siap menampung hasil panen sorgum dari petani. Semoga HKTI nantinya juga mampu mencarikan OFFTAKER sorgum untuk Kab Siak.

Sementara itu, Kepala Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros Dr. Amin Nur.memaparkan secara menyeluruh mengenai sorgum mulai dari manfaat, keunggulan, potensi dan pengembangan wilayah, budidaya, pengembangan produk turunan, pengembangan sebagai sumber pakan, dan tantangan pengembangan sorgum di Indonesia.  Tanaman sorgum manis dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan, pakan dan energi.

Menurut Amin, potensi produktivitas biji sorgum mencapai 8 ton/ha. Substitusi tepung terigu dengan tepung sorgum dapat mencapai maksimal 40%. Sorgum dapat dikonsumsi dalam bentuk beras sorgum dengan keunggulannya mengandung serat tinggi, protein, kalsium dan besi. Batang dan daun sorgum dapat diolah menjadi pakan dan energi dengan potensi 45-50 ton/ha.

Dr. Amin menambahkan keunggulan lainnya yang penting adalah tanaman sorgum mampu dijadikan sebagai tanaman fitoremediasi logam berat. Akar sorgum dapat menyerap logam berat dan hanya sedikit hasil penyerapan yang ditransfer ke bagian lain, sehingga tanaman sorgum tetap dapat dijadikan pakan ternak.

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak H. Drs. Arfan Usman, M.Pd yang turut hadir dan membuka acara juga berpesan supaya peserta bimtek dapat belajar dengan baik sehingga memahami budidaya sorgum dan bisa menerapkannya di daerah masing-masing. Selain itu juga diharapkan kerjasama BPTP Riau dengan KTNA maupun HKTI supaya nantinya hasil budidaya petani ada yang membeli.

 

 

Reporter : BPTP Riau
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018