Sabtu, 01 Oktober 2022


Tantangan Pengembangan Alternatif Pangan Masa Depan

20 Sep 2022, 09:26 WIBEditor : Gesha

Kultur sel jaringan untuk pangan | Sumber Foto:ISTIMEWA

TABLODSINARTANI.COM, Jakarta --- Dalam pengembangan alternatif pangan masa depan, banyak tantangan yang harus dihadapi. Apa saja?

Pertumbuhan penduduk dan dampak lingkungan dari produksi pangan menuntut dunia untuk fokus pada peningkatan produksi makanan dan penemuan produk makanan masa depan yang sehat, efisien dan ramah lingkungan. Oleh karena itu perubahan mendasar pada pertanian dan produksi pangan harus segera dilakukan.

Strategi telah dirancang dan dikembangkan dengan mengoptimalkan penggunaan sumberdaya alam secara berkelanjutan dan meningkatkan restrukturisasi model industry makanan  dengan tujuan untuk: (i) meningkatkan produktivitas pertanian dan pemanfaatan sumber daya alam (vertical agriculture dan modifikasi genetik), (ii) meningkatkan dan/atau menyesuaikan nilai gizi makanan (rekayasa genetika), (iii) menghasilkan alternatif makanan atau bahan makanan baru (cellular agriculture, edible insects, alga, mikroalga dan sumber serat baru,), serta (iv) melindungi keanekaragaman hayati. 

Selain menghadirkan keuntungan yang menjanjikan, sumber dan teknologi alternatif makanan masa depan yang diusulkan memiliki keterbatasan, Produk bioteknologi sel untuk bahan makanan telah banyak diteliti akan tetapi aplikasinya di masyarakat baru diperkenalkan. Kultur daging adalah teknologi yang menjanjikan sebagai sumber protein hewani tetapi masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Kultur daging pada cellular agriculture harus memiliki nilai gizi, rasa, aroma, tekstur dan penampilan sebagaimana daging biasanya, bahan baku dan alat masih mahal (bioteknologi modern skala laboratorium).

Edible insects masih mengalami penolakan oleh masayarakat karena (i) insect-fobia (ketakutan terhadap hadirnya makanan baru yang tidak biasa) karena selama ini serangga merupakan hama dan penyakit yang kotor dan berbahaya dan aturan dan norma agama yang tidak memperbolehkan makan hama dan sumber penyakit; (ii) Entomofagi ( masyarakat yang makan serangga) masih jadi perdebatan; (iii) berbagai penelitian dan startegi yang dilakukan untuk meningkatkan penerimaan terhadap edible insect misalnya membuatnya menjadi tepung dan memasukannya sebagai bahan makanan (pada pasta, pizza dan roti) belum bisa meyakinkan masyarakat luas untuk menerimanya menjadi makanan.

Penerimaan konsumen terhadap makanan baru, sifat organoleptic, kesadaran akan manfaat kesehatan dari alternatif bahan makanan baru, keamanan produk, pengembangan proses pengolahan makanan untuk meningkatkan citarasa dan tekstur, proses produksi yang ekonomis, sangat penting dalam aplikasi produk makanan masa depan di  masyarakat. Ketika semuanya terpenuhi maka terobosan teknologi untuk produk makanan serta ekonomi yang berkelanjutan akan terealisasi.

Sumber-sumber pangan baru dan makanan alternatif serta bahan makanan memerlukan persetujuan regulasi sebelum selanjutnya dkomersialisasi. Di Eropa,  telah ada aturan penilaian keamanan pangan untuk makanan baru [Regulation (EU) 2015/2283].

Aspek penting seperti komposisi, stabilitas, alergenisitas, dan toksikologi harus dievaluasi untuk setiap makanan baru atau bahan makanan baru/ Peraturan tersebut diberlakukan untuk menjamin bahwa makanan dan bahan-bahannya aman untuk dikonsumsi manusia.

 

Reporter : Sri Hardanti
Sumber : Polbangtan Bogor
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018