Sabtu, 01 Oktober 2022


NFA Perkuat Standar Keamanan dan Mutu Pangan Nasional

20 Sep 2022, 13:28 WIBEditor : Herman

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi Buka Konsolidasi Nasional Penguatan Standar Keamanan dan Mutu Pangan | Sumber Foto:Doc. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta ---Menjamin keamanan, mutu pangan dan gizi pangan bagi konsumsi masyarakat, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menggelar Konsolidasi Nasional Penguatan Standar Keamanan dan Mutu Pangan dengan menghadirkan seluruh stackholder pangan, perwakilan Pemerintah daerah, hingga para ahli dibidang mutu pangan.

Dijelaskan Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA), Arief Prasetyo Adi saat membuka Konsolidasi Nasional Penguatan Standar Keamanan dan Mutu Pangan bahwa menjamin kemanan dan mutu pangan merupakan salah satu tugas Pemerintah dalam hal ini Badan Pangan Nasional yang diamanatkan Undang-Undang.

“Undang-Undang No 18 tahun 2012 tentang pangan mengamanatkan Pemerintah menjamin kecupukan pangan baik jumlah maupun mutunya, aman beragam, bergizi, merata dan terjangkau. Serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk hidup sehat aktif produktif secara berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut Arief menambahkan dalam Undang-Undang tersebut juga dinyatakan bahwa penyelenggaraan pangan bagi konsumsi masyarakat harus memenuhi persyaratan keamanan mutu, gizi, label dan iklan.

Hal Ini sejalan dengan prinsip dan pedoman FAO, WHO tetang nasional food control system yang bertujuan memberikan perlindungan konsumsi dan menjamin praktik perdagangan pangan yang adil dan bertanggung jawab.

Arief menjelaskan perlindungan konsumen yang dimaksud untuk mengurangi resiko timbulnya penyakit bawaan pangan akibat konsumsi pangan yang tercemar dan mencegah informasi yang tidak benar serta menyesatkan tetang pangan.

“Jaminan praktik perdagangan yang adil dan bertanggung jawab dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing produk pangan baik di pasar dalam maupun luar negeri,” tambahnya.

The economist intelligence unit tahun 2022 melaporkan bahwa indikator mutu dan keamanan pangan merupakan faktor pembatas yang menyebabkan Global Food Security Index Indoensia 2021 berada pada posisi 69 dari 113 negara.  Peringkat ini turun 4 tingkat dari tahun 2020.

Dijelaskan Arief saat ini Indonesia masih menghadapi masalah keamanan pangan, antar lain penolakan ekspor dan masalah penyakit bawaan pangan. Permasalahan tersebut antara lain disebabkan oleh tidak terpenuhinya standar keamanan dan mutu pangan.

“Seperti kemarin eksport pala kita, ketika tiba di Eropa ternyata tidak memenuhi standar disana,” tegasnya.

Melihat hal tersebut, Arief mengaku Bapanas harus mengambil langkah antisipatif, adaptif dan dinamis terhadap berbagai perubahan lingkungan strategis baik ditingkat nasional maupun international.

“Bapanas sesuai amanat UU 18 tahun 2012 dan Perpes 66 tahun 2021 memiliki kewenangan dalam pengawasan keamanan mutu, gizi, label dan iklan untuk pangan segar termasuk didalamnya perumusan standar berupa regulasi teknis, pedoman, code of practise dan SNI,” ujarnya.

Karena itu Arief menegaskan konsolidasi nasional penguatan standar keamanan dan mutu pangan ini merupakan upaya untuk memperkuat kerjasama dengan seluruh stakeholder dibidang keamanan pangan sebagai upaya menerapkan good regulasi praktisi

Reporter : Echa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018