Sabtu, 01 Oktober 2022


Canangkan GNPIP, Upaya Pemprov. Sumbar Kendalikan Inflasi Pangan Daerah

21 Sep 2022, 09:20 WIBEditor : Herman

Cabai dan bawang merah masih menyumbang inflasi | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumatra Barat --- Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menyelenggarakan Pencanangan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) Sumatera Barat. Hal tersebut dilakukan sebagai komitmen Pemprov. Sumbar jaga kestabilan inflasi komoditas pangan dan daya beli masyarakat.

Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, Ir. Efendi, MP dalam acara yang diselenggarakan  RRI Padang dengan tema “GNPIP Diluncurkan Diharapkan Mendorong Inflasi Menjadi Terkendali” mengungkapkan adanya GNPIP merupakan suatu langkah yang baik untuk bisa mengendalikan inflasi secara bersama ditengah harga beberapa komoditas pangan yang melambung.

Efendi menjelaskan harga beberapa komoditas pangan di Sumatra barat mengalami kenaikan, mulai dari cabai merah yang sudah 3 bulan terakhir mengalami kenaikan, selain itu juga komoditas lain seperti beras dan bawang merah.

“Hal tersebut merupakan dampak ekonomi global, cuaca yang kurang menguntungkan juga mungkin kebijakan pemerintah dalam hal subidisi pupuk, yang mengakibatkan kenaikan harga yang signifikan sehingga memberatkan konsumen. Namun disatu sisi petani merasa senang karena untung secara ekonomi,” tambahnya,

Dengan dicanangkannya GNPIP ditingkat  Sumatra Barat maka akan hadir gerakan serupa di Kabupaten/Kota. Dengan begitu, Efendi berharap kabupaten/kota di Sumatra Barat bisa bergerak melakukan hal-hal setrategis dalam mengendalikan inflasi.

“Dengan GNPIP Pemeritah hadir bersama masyarakat mengendalikan inflasi secara bersama. Pemerintah turun mengupayakan harga pangan stabil dan menguntungkan produsen maupun konsumen,” tegasnya.

Sementara itu Pengamat Ekonomi Universitas Andalas (Unand), Prof. Dr. Syafruddin Karimi, SE, MA menjelaskan Inflasi dalam UU berkaitan dalam stabilitas harga dan dalam UU Bank Central dikendalikan oleh Bank Indoneisa. Tugas BI menjaga stabilitas harga dan nilai tukar. Jadi bagaimana cara mengendalikan inflasitidak lepas dari kebijakan bank central.  

“Inflasi itu tidak berdiri sendiri, termasuk inflasi pangan ditentukan oleh permintan dan penawaran produksi. Jadi factor-faktor produksi atau konsumsi akan mempengaruhi harga,’”ujarnya.

Syafruddin menambahkan ketika bicara inflasi maka harus melihat perekonomian makro secara keseluruhan baik nasional maupun daerah.

“Misal kita bicara di Sumatra Barat, bagaimana sistem produksi di Sumatra barat, bagaiumana rancangan pertumbuhan ekonomi makro di Sumatra barat, produksi dan konsumsi, lapangan usaha dan kegiatan ekonomi. Semua factor tersebut harus dicermati,” ungkapnya.

Syafruddin mengatakan harga cabai yang naik merupakan indikasi untuk meningkatkan produksi cabai. Bukan hanya kondumen cabai, kepedulian juga perlu diberikan pada produsen cabai yang memiliki resiko yang tinggi.

Pada kesempatan yang sama Kepala Dinas Peridustrian dan Perdagangan Provinsi Sumatra Barat, Asben Hendri mengatakan inflasi yang cukup tinggi di Sumatra Barat berpengaruh pada neraca perdagangan.

“Karena dengan terjadinya beberapa kebijakan dari Pemerintah, tentu bagi pelaku produsen akan menyesuaikan biaya untuk menunjang produksi sementar disisi lain daya beli masyarakat belum pulih,” tambahnya.  

Namun dengan adanya GNPIP yang merupakan komitmen bersama Pemerintah Sumatra Barat. Pemerintah Kabupaten/Kota dan bersama stakeholder terkait, Asben berharap hal tersebut bisa menekan inflasi di Sumatra Barat.

Reporter : Ika R
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018