Jumat, 24 Januari 2025


KTNA dan Pengamat Bilang Stok Beras Banyak

29 Okt 2022, 09:39 WIBEditor : Yulianto

Beras Bulog

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kelompok Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional dan pengamat pertanian dari IPB University bilang stok beras banyak. Jadi, mereka minta Bulog agar meningkatkan serapan gabah/beras di petani. 

Ketua Kelompok KTNA Nasional M. Yadi Sofyan Noor mengatakan, stok beras nasional 2022 mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya dan tersebar merata di berbagai daerah.

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi nasional diperikarakan mencapai 32,07 juta ton pada 2022, meningkat 0,72 juta ton atau 2,29 persen dibandingkan 2021 yang sebesar 31,36 juta ton dan potensi produksi beras nasional pada Oktober-Desember 2022 diperkirakan 5,90 juta ton, meningkat 0,78 juta ton atau 15,12 persen dibandingkan 2021 yang angkanya 5,13 juta ton.

Dengan data itu, Yadi menegaskan, stok beras nasional melimpah dan stok yang ada di Bulog tidak boleh disimpulkan bahwa stok beras nasional kondisinya menipis. "Hati-hati menganalisis stok beras karena beras itu tersebar dari di penggilingan, pedagang, rumah tangga, horeka dan lainnya. Jadi saya berpendapat tidak setuju bila ukuran stok beras hanya ada di Bulog," kata Yadi di Jakarta, Jumat (28/10).

Yadi menjelaskan, untuk menjaga stabilitas beras nasional, pemerintah menargetkan hingga akhir tahun 2022 nanti setidaknya pengadaan atau serapan beras di Perum Bulog harus mencapai 1,2 juta ton. Namun demikian, berdasarkan Badan Pangan Nasional, stok beras yang ada di Bulog sampai dengan Oktober 2022 hanya 673.613 ton.

"Ini kan serapan beras Bulog yang rendah, tidak mencapai target setahun 1,6 juta ton karena kendala melepasnya kemana. Bahkan serapan beras Bulog sampai September 2022 lalu masih jauh di bawah tahun 2021. Kendala utamanya kan Bulog sulit melepas beras karena tidak ada lagi program Rastra lagi," jelasnya.

Karena itu, kini langkah yang bagus Bulog dikasih tugas menyerap Oktober-Desember 2022 ini sehingga bisa mencapai target 2022 dengan fleksibilitas harga dan pola komersial. Buktinya, dari data panen September hingga Desember 2022 di Jawa Timur potensi menghasilkan beras 1,15 juta ton, Jawa Tengah 1,01 juta ton, Jawa Barat 1,55 dan Sulawesi Selatan 1,16 juta ton

"Belum lagi panen banyak provinsi sentra pada lainnya. Inikan potensi beras yang bisa diserap Bulog," pinta Yadi.

Genjot Serapan Bulog

Sementara itu, Wakil Direktur Sekolah Vokasi Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prima Gandhi mengatakan, stok beras yang menipis di Bulog menandakkan kinerja Bulog belum mencapai target karena berbagai kendala dalam menyerap gabah dan beras petani. Pasalnya, di lapangan masih banyak beras dan dalam bentuk gabah. Berdasarkan survei cadangan beras nasional yang dilakukan BPS pada April 2022 ada 10,15 juta ton. 

Bahkan, lanjut Prima, BPS baru-baru ini meliris perkiraan produksi beras 2022 sebanyak 32,07 juta ton. Produksi ini jauh lebih tinggi 0,72 juta ton, naik 2,29 persen dibandingkan 2021 sebesar 31,36 juta ton. "Artinya tahun 2022 ini jauh lebih dari cukup dan aman dibandingkan 2021, yang waktu lalu pun aman juga," katanya.

Bahkan jika mencermati stok harian di Pasar Induk Beras Cipinang di atas 43 ribu ton, maka jauh lebih tinggi dari stok normal dikisaran 25-30 ribu ton. "Jadi Bulog mau beli harga berapa?. Jadi ini gabah dan beras ada banyak, dimana-mana," katanya.

Terkait harga beras yang naik, Gandhi menilai hal itu bukan karena pasokan produksi. Namun demikian karena dampak simultan dari kenaikan BBM, benih, pupuk, obat-obatan, ongkos alat mesin pertanian. "Bahkan upah juga naik dan distribusi ongkos angkut ke pasar juga naik," katanya.

Kondisi itu Gandhi menganggap wajar karena petani dapat menikmati harga gabah yang bagus karena biaya-biaya usaha tani naik. "Sekarang yang harus kita optimalkan untuk menguatkan stok beras nasional adalah Bulog harus turun menyerap dengan harga komersil sehingga petani mendapat keuntungan," tuturnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018