Kamis, 30 Mei 2024


Cegah OPT Meledak saat Iklim Sulit Ditebak

15 Nov 2022, 04:21 WIBEditor : Yulianto

Pengamatan hama dan penyakit tanaman harus dilakukan sedini mungkin | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perubahan iklim berdampak pada serangan hama dan penyakit pada tanaman padi. Untuk itu, perlu strategi khusus untuk mengurangi resiko gagal panen. Pengamatan sedini mungkin dapat mencegah serangan hama dan penyakit meledak.

Direktur Perlindungan Tanaman, M. Takdir Mulyadi mengatakan, untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim perlu adanya strategi agar ketersediaan pangan tetap berkelanjutan. “Kita punya banyak pengalaman dengan perubahan iklim ini. Apalagi di daerah sudah ada Brigade Perubahan Iklim. Ini harus kita persiapkan dengan baik untuk mengantisipasi perubahan iklim,” katanya.

Salah satu menyiasatinya adalah penggunaan bahan organik, seperti pupuk hayati dan pengendalian hama yang ramah lingkungan. “Pemanfaatan pupuk organik dan pestisida nabati bisa kita ajarkan petani. Ini jadi jalan kita untuk mitigasi perubahan iklim. Jadi prinsipnya pengendalian hama terpadu yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu Dr. N. Usyati, Ketua Kelompok Proteksi Tanaman Balai Besar Penelitian Padi (BB Padi) mengatakan, ada beberapa faktor yang menyebabkan hama dan penyakit dapat berkembang yakni, inang, hama/patogen, lingkungan (input teknologi, baik benih, pupuk dan pestisida), manusia dan waktu tanam.

Diantara faktor tersebut, menurut Usyati, paling berpengaruh terhadap perkembangan hama dan penyakit adalah pemberian pupuk yang tidak berimbang. Misalnya, pupuk dengan kandungan N (urea) yang tinggi akan menyebabkan tanaman lebih mudah disusupi hama wereng dan penggerak batang. Begitu juga dalam penggunaan pestisida yang tidak bijaksana bisa meningkatkan hama penyakit.

Usyati juga mensiyalir perubahan iklim yang menyebabkan suhu lebih panas membuat siklus hidup hama menjadi lebih cepat. Hal itu kemudian membuat hama akan berkembang (mempunyai keturunan) lebih banyak. “Karena itu, dengan perubahan iklim bisa kita lihat hama dan penyakit tidak pernah berhenti,” ujarnya.

Untuk mengatisipasi agar hama penyakit tanaman tidak berkembang, Usyati mengatakan, konsep yang masih layah diterapkan adalah Pengendalian Hama Terpadu (PHT). PHT adalah suatu sistem pengendalian hama yang kaitannya antara dinamika populasi dan lingkungan suatu jenis hama.

Konsep PHT ini menggunakan berbagai teknik pengendalian yang kompatibel untuk menjaga agar populasi hama di bawah ambang yang menyebabkan kerusakan ekonomi. Jadi, lanjut Usyati, dalam pengendalian hama dan panyakit tidak hanya mengandalkan satu cara. Sebab, dengan satu cara belum tentu mengatasi hama dan penyakit dengan tuntas. “Prinsipnya kita jangan memberantas, tapi mengendalikan berdasarkan ambang batas ekonomi,” tuturnya.

 

Reporter : Indri/Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018