Kamis, 09 Februari 2023


Padi Apung, Dambaan Petani Rawa Pening

21 Jan 2023, 02:13 WIBEditor : Herman

Demplot Padi Apung Di Rawa Pening | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang --- Petani ditepian sepadan Rawa Pening, Kabupaten Semarang bisa tersenyum lebar. Dengan  konsep padi apung yang diujicoba  Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Semarang, harapan mereka untuk bisa panen pada musim hujan akan segera terwujud.

Selama ini petani pemilik maupun penggarap sawah ditepian sempadan Rawa Pening di Kabupaten Semarang, hanya bisa menanam padi sekali setahun, yakni pada musim kemarau. Sedangkan pada musim penghujan, lahan sawah milik mereka tergenang air pasang rawa sedalam selutut sampai sedada orang dewasa sehingga tidak dapat dibudidayakan.

Lahan seperti ini dalam nomenklatur jenis lahan, disebut lahan bana rawa atau lebak. Menurut Balitra, lahan rawa lebak adalah rawa yang dipengaruhi oleh adanya genangan dengan waktu lamanya genangan > 3 bulan dan tinggi genangan > 50 cm.

Sedangkan berdasarkan lama dan tingginya genangan daerah rawa lebak di bagi dalam 4 (empat) tipe, yaitu lebak dangkal, lebak tengahan, lebak dalam dan lebak sangat dalam.

Sudah lama petani di Rawa Pening mendamba solusi untuk masalah yang mereka pikul.  Apakah itu berupa varitas padi yang dapat tumbuh mengikuti ketinggian genangan air, atau cara bertanam khusus dilahan rawa.

Agaknya pada musim ini, harapan para petani bana rawa ini mulai ada titk terang. Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pertanian , Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Semarang, melaksanakan Demonstrasi Plot (Demplot) Padi Apung.

Kegiatan percontohan demplot padi apung ini merupakan kegiatan bantuan dari APBD Provinsi Jawa Tengah kepada kelompok tani Sido Makmur, Desa Tambakboyo, Kec. Ambarawa, Kab. Semarang, sebagai salah satu upaya terpadu dari sektor pertanian dalam usaha penyelamatan Danau Rawa Pening.

Kegiatan ini memiliki tujuan untuk memberikan alternatif solusi bagi petani padi di sekitar Danau Rawa Pening yang lahannya tergenang air saat musim hujan. Lahan yang tergenang air masih dapat dimanfaatkan untuk budidaya padi dengan pembuatan media tanam rakit apung

Demplot ini dibuat untuk memberi contoh.  Sebagai salah satu bentuk alternatif pemanfaatan lahan yang tergenang air,  agar tetap bisa dibudidayakan. Kelebihan dari pemanfaatan padi apung ini adalah,  lahan lebak milik petani dapat terus ditanami sepanjang tahun bahkan bisa panen 4 kali.

Selain itu, rakit apung ini dapat membantu ekosistem perairan dengan menjadi sarang ikan dan juga memiliki daya tarik rekreasi agroeduwisata.

Bantuan yang diberikan adalah sarana pembuatan  demplot  padi apung 1 hektar diatas lahan milik kelompok tani yang tergenang air rawa.

Lahan padi apung ini berupa lembar-lembar sterofoam 1 m x 2 m yang masing-masing lembar berisi 50 netpot diameter 8 cm. Netpot tersebut diisi media berupa tanah dan pupuk organic, lalu diatasnya di semai 2 – butir benih padi varitas Inpara.

Selanjutnya lembar-lembar sterofoam  tersebut diikat pada tiang-tiang bambu sepanjang 2 m yang telah dipancangkan dengan rapi di lahan rawa. Maka jadilah jajaran tanaman padi di lembaran sterofoam tersebut  “ mengapung”  di lahan rawa pening.

Ketika lembar padi apung dituturunkan kerawa, benih padi di netpot telah berumur 4 hari . Lembar padi apung tersebut ditata menjadi semacam petak-petak. Masing-masing berisi 4 lembar, Jarak masing-masing petak selebar 2 meter, sehingga memungkinkan perahu lewat diantara petak-petak tersebut.

Disana fungsi perahu sangat penting. Karena setiap pekerjaan perawatan dan aplikasi selalu memerlukan perahu sebagai alat pengangkut barang maupun sebagai alat transportasi petani.

Padi varietas Inpara dipilih, karena varitas ini  memang dirakit oleh Balitbangtan untuk ditanam dilahan rawa. INPARA adalah singkatan dari Inbrida Padi Rawa. Varietas padi yang tahan terhadap genangan air, untuk daerah rawa, daerah yang sering tergenangi air atau sering terendam air

Paling tidak ada 11 varitas Inpara yang telah dirilis oleh Kementrian Pertanian.  Mulai Inpara 1 sampai Inpara 10 ditambah 1 varitas Inpara Purwa.

Varitas Inpara ini memiliki  spesifikasi : umur panen antara  114 sampai  135 hari, rasa nasi ada yang pera , ada pula yang pulen, potensi hasil 5,1 ton  sampai 7,6  ton per ha kalua rata-rata hasil antara 4,2 sampai 5 ton per Ha.

Reporter : Djoko W
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018