Selasa, 13 Januari 2026


Panen Raya Padi, Pandeglang Bertekad Jadi Nomor Satu di Banten

11 Mar 2023, 03:16 WIBEditor : Yulianto

Panen raya padi nusantara di Pandeglang

TABLOIDSINARTANI.COM, Pandeglang ---Panen Padi Nusantara Satu Juta Hektar, digelar Kementerian Pertanian secara serentak di 30 provins, 131 Kabupaten/Kota diseluruh Indonesia, Kamis (9/3), juga berlangsung di Pandeglang, Banten. 

Suka cita panen raya dirasakan petani di Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang karena hasil ubinan Badan Pusat Statistik (BPS) melimpah yakni 7,8 ton/ha.  

Untuk mempertahankan Pandeglang  sebagai lumbung padi nomor satu di Provinsi Banten Wakil Bupati Pandeglang, Tanto Warsono Aban menekankan perlunya normalisasi sungai Cilatah yang ada disekitar wilayah Kecamatan Panimbang. 

Wakil Bupati Pandeglang, menuturkan Desa Mekarsari Kecamatan Panimbang merupakan wilayah yang menjadi langganan banjir. Hal tersebut menjadi salah satu kendala bagi petani untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP), karena jika musim hujan banjir dan kemarau mengalami kekeringan. 

”Diwilayah ini terdapat sungai – sungai yang menjadi tanggungjawab pusat dan juga provinsi. Sungai – sungai tersebut harus dinormalisasi dengan membuat sodetan, " jelas Tanto.

Untuk itu Ia mengajak petani untuk bersama – sama mendorong terlaksananya normalisasi sungai.  "Saya terus meminta ke pusat maupun provinsi coba sungai Cilatah dinormalisasi, minimal ada sodetan," kata Tanto saat mendampingi Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Yusral Tahir, panen padi menggunakan combine harvester.

Panen melimpah dengan rata – rata produksi 7,8 ton menurut Tanto menjadi momentum untuk menjaga inflasi dan membuktikan bahwa beras di Kabupaten Pandeglang ketersediaannya mencukupi bahkan dapat memasok ke wilayah lain seperti Karawang dan sekitarnya.

Panen Raya Padi Nusantara dipusatkan di Kebumen Jawa Tengah dipimpin langsung Presiden Joko Widodo. Menteri Pertanian menyampaikan produksi padi nasional terus meningkat tiap tahun. Tahun 2022 produksi padi mencapai 54,75 ton GKG atau mengalami peningkatan 333,69 ribu ton dbanding tahun sebelumnya.

“Kita terus upayakan peningkatan produksi padi nasional agar kebutuhan pangan masyarakat terus tercukupi dengan baik,“ ujar SYL.

Terpisah, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan saat ini Kementerian Pertanian bertranformasi dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern dan Era Industri 4.0 hal ini ditandai dengan penggunaan alsintan dan penerapan teknologi informasi.

”Ciri ciri pertanian modern terlihat dari pelaku usaha pertanian dalam penggunaan teknologi informasi, internet dan juga penggunaan alat dan mesin pertanian. Oleh karena itu, pengoperasian alsintan dalam panen raya padi merupakan hal yang mutlak," ucap Dedi.

Reporter : Regi (PPMKP)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018