Rabu, 14 Januari 2026


Potensi Ekspor, Kementan dan DPR Tinjau Kebun Talas Beneng

30 Mei 2023, 03:01 WIBEditor : Herman

Kunjungan Kerja Kementan dan Komisi IV DPR Ke Kebun Talas beneng Banten

TABLOIDSINARTANI.COM, Serang --- Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian lakukan kunjungan kerja di Provinsi Banten dalam rangka meninjau komoditas unggulan Talas Beneng yang berpotensi eksport di UNNI Warehouse Talas Beneng Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang,Provinsi Banten.

Ketua rombongan DPR RI Firman Soebagyo manyampaikan bahwa sangat surprise dengan adanya pengembangan atau budidaya Talas Beneng yang bisa menjadi salah satu bahan baku untuk pangan pokok.

“Artinya bahwa talas beneng kedepan memiliki potensi yang sangat bagus. Karena krisis pangan sudah didepan mata salah satunya dikarenakan peningkatan penduduk yang cukup tinggi. Karena Indonesia yang mempunyai keaneka ragaman varietas pangan ini harus dioptimalkan dan ini harus ada keseriusan dari semua pihak,” ujarnya.  

Firman mengungkapkan Bu Ruli dari UNNI Warehouse Talas Beneng di Banten menginisiasi dan membudiyakan Talas Beneng, dan ternyata Talas Beneng tidak hanya menjadi bahan baku untuk pangan pokok juga sudah dikembangkan limbahnya.

Dari mulai paling bawah didalam tanah sampai dengan ujungnya semua mempunyai nilai ekonomis. Namun ini tidak akan maksimal bila pemerintah tidak turun untuk memfasilitasi.

“Komisi IV DPR telah bersepakat untuk membuat pilot proyek, maka baru kita kembangkan baik potensi pasarnya, industrinya lalu kita harus punya sistem manajemen, kita harus punya sdm yg unggul, kemudian juga pasar, modal itu paling belakang " kata Firman.

Firman berharap Talas Beneng harus segera di patenkan baik produksi maupun varietasnya.

"Karena kita sudah punya UU perlindungan varietas pertanian, apakah ini sudah masuk atau belum masuk harus segera di bikin regulasinya, supaya ini jangan sampai di kembangan di negara lain, akhirnya kita import dari negara lain, ini yg paling berbahaya" ujar Firman.

Ditempat yang sama anggota Komisi IV Dapil Banten, Nuraeni mengatakan salah satu tantangan yang di hadapi yaitu dukungan suport perizinan ekspor wilayah Banten sendiri agar tidak menginduk wilayah lain.

"Tadi kita mengambil kesimpulan terkait kendala-kendala perizinan ekspor dan Banten sendiri belum memiliki perizinan ekspor keluar negeri, masih menginduk pada wilayah lain, nah ini juga  butuh dukungan suport dari yang lainnya" jelas Nuraeni.

Lebih lanjut, diungkapkan Nuraeni bahwa Banten juga memiliki perusahaan ekspor yang membutuhkan penguatan regulasi ekspor.

“Juga kaitan dengan pasar dunia yg selama ini mereka nyaris sendiri, tapi paling tidak ini di jadikan embrio untuk kedepannya lebih mempermudah dan upaya pemerintah mendampingan" tegasnya.

Sementara itu, petani sekaligus pengepul Talas Beneng, Dudi mengatakan bahwa sejak 2017 sampai sekarang masih kekurangan bahan baku.

‘’Kebutuhan saya saja 12 ton perbulan itu rutin, karena permintaan di Jabodetabek saja itu rutin 2 ton untuk industri kue, bogor lapis talas. Permasalahan ini sebetulnya adalah populasi yang bisa belum mendukung atas permintaan pasar ini’’ kata Dudi. Mudah mudahan kedepan itu bantuannya tidak hanya pupuk ,karena kami juga sangat butuh bibit serta alat perajang’’tambahnya.

Pengembangan Budidaya Talas Beneng di Kabupaten Serang pada tahun 2022 mencapai luas lahan 50 Ha dan Kabupaten Pandeglang dengan luas lahan 200 Ha.

Selain itu, berdasarkan data pengembangan Talas Beneng di Provinsi Banten yang di sampaikan Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus Tauhid data produksi Talas Beneng pada tahun 2020 mencapai 1.167 ton, dan pada tahun 2021 mencapai 1.140 ton.

Direktur Jendral Tanaman Pangan Suwandi ditempat yang sama mengatakan bahwa Talas Beneng memiliki beberapa keunggulan, salah satunya bermanfaat bagi kesehatan seperti untuk diabet, anti kanker, tekanan darah dan bagi kesehatan perut,” ungkapnya.

"Ini sumber pertumbuhan baru Talas Beneng sentranya ada di Banten. Dan untuk benihnya sudah di lepas Bapak Menteri Pertanian Tahun 2020 " Kata Suwandi.

Menurut Suwandi, saat ini skala yang sudah tumbuh 250 Ha di Banten dan sudah ada industri hilir olahan, baik olahan tepung,dari pelepahnya untuk serat anyaman, daunnya untuk rokok nol nikotin dari Talas Beneng, dan hebat benih sangat efisien.

"Benih bisa di siapkan sudah tumbuh empat penangkaran untuk pengembangan selanjutnya, dan tadi sudah di sepakati untuk membentuk sistem cluster kawasan sentra, baik hulu on farm hilir dari talas beneng ini disin dan agar proses dalam hilirisasi perlu didampingi hingga terjaga mutu serta stabilisasi harga’’ tambahnya.

Suwandi berharap Banten menjadi sentranya Talas Beneng walaupun daerah lain mengembangkan hal yang sama. Dan Talas Beneng sumber pertumbuhan baru pertanian.

Pada pengembangan hirilisasi Talas beneng di Banten dapat di jadikan berbagai macam olahan makanan unik, seperti umbi talas beneng dapat di jadikan gaplek, tepung, olahan kue, kripik, sabun dan olahan lainnya, sedangkan daun Talas Bedeng dapat di keringkan kemudian di rajang.

Selama ini produksi Talas Beneng telah di kirim ke berbagai daerah di Indonesia, hal ini pun memberikan potensi komoditi budidaya Talas Beneng memiliki keuntungan yang cukup menjanjikan bagi para petani. Dikarenakan produksi Talas Beneng dalam negeri ternyata juga diminati negara-negara tetangga melalui pasar ekspor.

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018