Sabtu, 22 Juni 2024


Wujudkan Generasi Emas 2045, NFA Luncurkan GENIUS ke daerah

12 Okt 2023, 14:32 WIBEditor : Herman

Peluncuran CENIUS untuk Generasi Emas 2045 | Sumber Foto:Humas NFA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Dalam upaya penanganan rawan pangan dan gizi, pemenuhan pangan yang bergizi bagi generasi muda sangat dibutuhkan untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, aktif, dan produktif.  Salah satu kelompok sasaran yang perlu mendapatkan perhatian dalam penanganan rawan pangan dan gizi adalah anak usia sekolah yang pada tahun 2045 memasuki usia produktif. Hal tersebut dikatakan Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Nyoto Suwingnyo saat meluncurkan Gerakan Edukasi Dan Pemberian Pangan Bergizi Untuk Siswa (GENIUS) di Jawa Timur, yang dipusatkan di Kota Probolinggo.

Kegiatan GENIUS dilakukan sesuai arahan Kepala NFA Arief Prasetyo Adi yang menekankan pemenuhan gizi secara komprehensif karena berkaitan dengan kualitas SDM unggul di masa depan. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo untuk memenuhi gizi masyarakat, khususnya generasi muda sebagai salah satu upaya menyongsong Generasi Emas 2045.

“Melihat kondisi tersebut, NFA mendorong digencarkannya kegiatan GENIUS melalui pemberian kudapan pangan bergizi berbahan dasar sumber protein hewani berupa telur, susu dan protein hewani lainnya yaitu ayam dan ikan disertai dengan edukasi pangan dan gizi.” Ungkap Nyoto. 

Menurut Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi NFA Nyoto Suwignyo, pemberian pangan bergizi diberikan sebanyak 20 kali disertai dengan edukasi pangan dan gizi yang dijadwalkan secara reguler dan tematik selama pemberian pangan, termasuk internalisasi stop boros pangan kepada siswa. Perpaduan pemberian pangan yang disertai edukasi dan internalisasi menjadi unsur penting dalam mendorong keberlanjutan kegiatan dan menumbuhkan kesadaran siswa dan orangtua sebagai wujud kewaspadaan pangan dan gizi.

Adapun kegiatan GENIUS difokuskan di 50 (lima puluh) Kabupaten/kota pada 10 (sepuluh) Provinsi, yaitu Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, dengan sebaran lokus 50 kabupaten/kota dan sasaran penerima manfaat mencapai 25.000 siswa,  yang pada tahun 2045 akan memasuki usia produktif. Kegiatan tersebut sejalan dengan Kampanye Sekolah Sehat yang digagas oleh Kemendikbudristek, salah satunya Sehat Bergizi. 

“Keunikan GENIUS diantaranya basis pemilihan lokus kegiatan yang didasarkan data Prevalence of Undernourishment (PoU) yang belum mencapai target nasional sesuai RPJMN, berdasarkan Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) merupakan prioritas 3 atau 4, dan pemilihan SD mengacu pada data DAPODIK Kemendikbudristek” tutur Nyoto.

Nyoto juga mengapresiasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur yang telah menginisiasi launching GENIUS serempak secara hibrid di 11 titik lokasi yang tersebar di 5 (lima) kab/kota penerima manfaat GENIUS di Jawa Timur, yaitu Kota Probolingo, Sidoarjo, Tulung Agung, Kediri dan Blitar. 

Kehadiran sekitar 3.000 partisipan pada saat launching ini  memperlihatkan komitmen dan dukungan unsur legislatif, lintas OPD Provinsi dan Kab/Kota, civitas akademika, pihak sekolah dan siswa sekolah dasar dan para orangtua kegiatan Genius dari 15 Sekolah Dasar (SD).

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Dydik Rudyk Prasetya menyatakan bahwa pelaksanaan GENIUS di Jawa Timur telah melibatkan para pihak sebagaimana diatur dalam Juknis dan panduan operasional yang diterbitkan NFA, diantaranya  Universitas Airlangga, Fakultas Kesehatan Masyarakat, selaku anggota AIPGI untuk mengawal pelaksanaan baseline-endline, pemberian materi edukasi tematik dan pendampingan ke penyedia untuk menyediakan pangan yang berkualitas, Di tingkat kab/kota keterlibatan Disdik Kab/Kota juga diintensifkan dalam mengawal kesesuaian data siswa peserta didik. 

Sementara itu Walikota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan gerakan edukasi dan pemberian pangan bergizi untuk siswa melalui pemberian makan bergizi berbahan protein hewani.

“Perkembangan gizi siswa akan kita kerjakan dan kolaborasikan bersama baik dari unsur pemerintah, masyarakat dan para pengusaha, yang nantinya semuanya bisa berkolaborasi dengan baik guna terciptanya generasi emas 2045 yang cerdas dan sehat” tutur Habib Hadi.

Lebih lanjut Habib Hadi berharap semoga kegiatan GENIUS memiliki peran yang signifikan untuk membangun kesadaran masyarakat, terutama generasi muda akan pentingnya sarapan dan kudapan sehat agar terpenuhinya gizi penduduk indonesia.

Dalam upaya penanganan kerawanan pangan diperlukan kolaborasi dengan seluruh kementerian/lembaga terkait pangan termasuk dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), peran BUMN, pihak swasta, asosiasi serta civitas akademika untuk mewujudkan keberhasilan pencapaian target pembangunan pangan secara berkelanjutan.

Hadir pada kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kota Probolinggo Aminah Hadi Zainal Abidin, Kepala Bulog Probolinggo Muhammad Ramdhan serta perwakilan dari Pengadilan Negeri Probolinggo, Kejaksaan Negeri Probolinggo, Kodim 0821 Probolinggo dan Polresta Probolinggo.

 

Reporter : Echa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018