Senin, 17 Juni 2024


Antisipasi Dampak El Nino, Mentan Amran Tancap Gas

18 Nov 2023, 17:26 WIBEditor : Yulianto

Mentan Andi Amran Sulaiman mengendarai motor ketika berkunjung ke lahan rawa di Sumsel | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat melakukan antisipasi dampak el nino dengan melakukan akselerasi percepatan tanam di sejumlah daerah. Upaya tancap gas ala Amran ini dilakukan sebagai bukti kongkrit dalam menekan kebijakan impor.

Diketahui, saat ini ada lebih dari 10 juta hektar lahan rawa yang berpotensi menambah daya gedor produksi nasional. Dari semua lahan tersebut, beberapa diantaranya sudah menghasilkan produktivitas sebanyak 5 ton per hektar.

"Saat ini baru 5 ton, tapi ke depan kita akan tingkatkan menjadi 7 ton per hektare. Jadi yang IP nya 1 kita naikan jadi 2 atau menjadi 3. Semuanya perlu kolaborasi dan kerja keras untuk memaksimalkan lahan rawa yang ada," ujar Amran, Sabtu (18/11).

Di Sumatera Selatan (Sumsel), Amran meninjau langsung luasan lahan rawa 128.000 ha yang digarap petani untuk produksi padi. Selai itu, petani juga melakukan percepatan tanam untuk komoditas jagung dan hortikultura. Menurutnya, potensi panen dari sebagian luasan lahan bisa mencapai 1 juta ton gabah atau 500.000 ton beras. "Itu baru satu provinsi, rencana kita garap di 10 provinsi di seluruh indonesia," katanya.

Padahal Mentan mengatakan saat ini potensi keseluruhan lahan rawa lebak di Sumsel mencapai 500 ribu ha dengan rata-rata Indeks Pertanaman (IP) baru 1,1. Artinya, kalau IP tersebut bisa dinaikkan menjadi dua kali panen maka produksi yang ada bisa mencapai 3 juta ton. Hitungannya, jika digarap 400 ribu ha, maka bisa menghasilkan 2 juta ton gabah atau 1 juta ton beras.

"Terpenting Sumsel sudah melakukan di tahun-tahun sebelumnya di periode pertama sebanyak 68.000 ha dan ini sudah dikerjakan tinggal dilanjutkan. Produksinya besar sekali karena di atas rata-rata nasional yakni 5,4 ton per hektar. Dengan demikian kita harus optimis Indonesia bangkit dan bisa swasembada pangan," katanya.

Sementara di Kalimantan Selatan (Kalsel) Amran akan menyulap lahan rasa seluas 200 ribu ha untuk penanaman komoditas strategis dalam menopang produksi nasional. Amran melihat potensi lahan rawa di Kalsel jika dikelola secara maksimal, maka dapat menghasilkan satu juta ton beras.

Adapun upaya yang dilakukan dalam optimasi lahan rawa tersebut bisa melalui rehabilitasi dan selebihnya dibangun menjadi lahan sawah. "Indeks pertanaman lahan sawah rawa di sana satu kali setahun, kita akan naikkan menjadi dua kali. Maka, kita akan membangun tanggul sepanjang sungai, agar tersedia air dan tidak terjadi banjir," katanya.

Mentan mengaku optimistis dapat membangun dan mengoptimalkan lahan rawa di Kalsel khususnya di Kabupaten Tanah Laut melalui program selamatkan lahan rawa sejahterakan petani. Diketahui, lokasi tersebut dulunya mengalami kendala yang menghambat pertanaman. Namun dengan program Serasi, manajemen air ditingkatkan dan memungkinkan pertanaman pada musim hujan, yang sebelumnya sulit karena risiko banjir.

Di Sulawesi Tengah, Amran mendorong ribuan petani dan penyuluh agar terlibat langsung dalam percepatan tanam tahun ini. Hal tersebut disampaikan Mentan saat menghadiri jambore penyuluh di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulteng. Keterlibatan penyuluh sangat penting untuk mencapai produksi padi setara 35 juta ton beras.

"Penyuluh dan petani merupakan garda terdepan dalam pembangunan pertanian. Sebagai garda terdepan penyuluh dan petani harus memastikan pangan tidak bersoal. Karena kita harus menyediakan pangan bagi seluruh masyarakat," katanya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018