Sabtu, 24 Februari 2024


Mentan Tengok Akselerasi Produksi Padi dan Jagung di NTB

25 Jan 2024, 14:40 WIBEditor : Yulianto

Gerakan tanam di NTB | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Lombok Tengah---Gerakan tanam padi bersama petani Desa Batu Jai, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), berlangsung Kamis (25/1). Dalam kegiatan ini, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman memastikan program akselerasi produksi padi dan jagung tahun 2024 berjalan dengan lancar.

"Saya datang ke sini untuk melihat langsung, meyakinkan bahwa kita melakukan akselerasi tanam. Saat ini terjadi gorila El Nino sehingga masa penanaman mundur selama 2 bulan. Kita tidak boleh goyah, kita harus cepat bergerak," ucap Mentan Amran.

Untuk mendukung akselerasi produksi padi dan jagung, Mentan Amran melakukan kunjungan ke berbagai daerah di Indonesia untuk memulai gerakan tanam. Baru-baru ini, Mentan Amran juga berhasil mendapatkan tambahan subsidi pupuk dari Presiden Jokowi sebesar Rp 14 triliun untuk meningkatkan produksi padi dan jagung Indonesia.

"Kami sudah keliling di 13 produksi di masa jabatan kami yang baru 2 bulan. Saya sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa masalah kita adalah pupuk. Berikan pupuk, sediakan pupuk, pasti kita berproduksi. Akhirnya Bapak Presiden memberikan Rp14 triliun untuk subsidi pupuk," kata Mentan.

Dalam arahannya, Mentan Amran meyakini bahwa Lombok menjadi salah satu kunci dari keberhasilan swasembada padi dan jagung. "Dulu swasembada bisa berhasil karena NTB, Lombok dan Sumbawa mengambil bagian untuk sewasembada jagung," kata Mentan Amran.

Selain itu, NTB juga menyumbang produksi padi sebesar 880.990 ton pada tahun 2023, mengalami kenaikan sebanyak 53.470 ton atau 6,46 persen dibandingkan produksi beras di 2022 yang sebesar 827.520 ton

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tanggal 15 November 2023, NTB menyumbang 1,2 juta ton jagung dari total 14,4 juta ton produksi jagung dan menjadi pemasok jagung terbesar ke-4 di Indonesia setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sumatera Utara. "Jika pupuk tersedia, swasembada akan terwujud. Saya yakin Lombok bisa mendukung swasembada pangan Indonesia," kata Amran.

Dalam kunjungan kali ini, Kementerian Pertanian memberikan bantuan benih padi seluas 11.000 ha dan benih jagung seluas 8.000 ha senilai Rp 10,94 milyar untuk Kabupaten Lombok Tengah. Hal ini termasuk dalam bantuan benih padi untuk luasan 38.500 ha dan benih jagung untuk luasan 176.000 ha senilai Rp 171,49 milyar serta benih sumber padi sebanyak 2,5 ton untuk Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Selain bantuan benih padi dan jagung, Kementan juga memberikan bantuan benih hortikultura berupa benih buah, cabai, dan bawang putih untuk Provinsi NTB.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018