Sabtu, 24 Februari 2024


Jaga Harga, Mentan Ajak Bulog Serap Jagung Petani

26 Jan 2024, 11:35 WIBEditor : Yulianto

Mentan Amran saat tanam jagung di Sumbawa | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumbawa---Kementerian Pertanian saat ini terus menggenjot produksi jagung. Bukan hanya soal produksi, namun juga penanganan panen dan pasca panen akan menjadi perhatian untuk menjaga harga komoditas tersebut di tingkat petani.

Untuk itu, Kementerian Pertanian akan bersinergi dengan Bulog, kementerian lainya dan pihak swasta agar harga saat panen puncak tidak turun tapi menguntungkan petani. "InsyaAllah yang kita jaga nanti saat puncak panen raya. Kami sampaikan kepada Bulog agar menyerap jagung petani. Juga perusahaan-perusahaan pakan wajib serap jagung petani pada saat panen puncak. Jangan cuma tahunya impor," kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman.

Demikian diungkapkan Mentan, Amran saat penanaman jagung sekaligus menyerahkan bantuan dan berdialog dengan petani di Desa Labuan, Kecamatan Labuan Badas, Kabupaten Sumbawa, NTB, Kamis (25/1). Penanaman jagung di daerah sentra produksi nasional ini guna memacu budidaya di semua daerah sehingga di tahun 2024 terjadi peningkatan produksi jagung nasional bahkan Indonesia bisa ekspor.

"Hari ini datang cek hamparan budidaya jagung sekaligus tanam. Ini bangus sekali. Kami akan tambah benih jagung gratis untuk petani. Kami sudah janji dengan Bupati Sumbawa Besar agar budidaya jagung di sini untuk memperkuat produksi dan kebutuhan nasional," katanya.

Di sisi lain, Amran pun menegaskan ketahanan pangan Indonesia awal 2024 dan ke depanya aman. Pasalnya, mulai Desember 2023 petani seluruh Indonesia telah mulai melakukan penanaman padi dan jagung dan didukung kondisi hujan yang merata.

"Penanamam padi pada Desember 2023 seluas 1,5 juta ha. Artinya apa? Tiga bulan ke depan aman. Dan penanaman ini pun aman dengan dukungan kebutuhan pupuk. Presiden Jokowi sudah tambah anggaran pupuk bersubsidi 2024 ini Rp 14 triliun, sehingga tak ada lagi kesulitan pupuk," ucapnya.

Perlu diketahui, Kabupaten Sumbawa memiliki potensi lahan pertanian yang terhampar luas dengan luas baku sawah 55 ribu Ha, termasuk di dalamnya sub sektor peternakan dengan populasi sapi potong sebanyak 305 ribu ekor dan kerbau 31 ribu ekor. 

Sementara itu, Bupati Sumbawa, Mahmud Abdullah menyampaikan terima kasih atas berbagai bantuan dan perhatian Kementerian Pertanian selama ini terhadap jalannya pembangunan pertanian di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa bersama petani, peternak, dan penyuluh berkomitmen untuk pengembangan komoditas jagung dalam memenuhi kebutuhan nasional.

"Dan juga peternakan dengan membangun sistem produksi yang produktif, menguntungkan, dan berkelanjutan sesuai dengan potensi daerah sehingga dapat berkontribusi dalam pemenuhan ketersediaan pangan nasional," kata Mahmud.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018