Sabtu, 24 Februari 2024


Jelang HBKN, NFA Fokus Ketersediaan Stok Pangan

01 Peb 2024, 10:31 WIBEditor : Herman

Ketersediaan Stok Pangan Jadi Fokus NFA dan Bulog | Sumber Foto:Humas NFA

TABLOIDSINARTANI.COM, Klaten --- Ketersediaan stok pangan strategis seperti beras, menjadi fokus utama Badan Pangan Nasional/National Food Agency bersama Perum Bulog dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Hal tersebut diungkapkan Kepala NFA Arief Prasetyo Adi dan saat mendampingi Presiden Joko Widodo di Gudang Perum Bulog Meger, Klaten, Jawa Tengah.

"Bapak Ibu sekalian yang saya hormati, ini sudah menerima ya (bantuan pangan beras) yang 10 kilo? Jadi ini nanti (bantuan pangan beras) Januari Februari Maret akan diberikan kepada Bapak Ibu semuanya. Januari Februari Maret kemudian setelah itu April Mei Juni,” ujar Presiden Jokowi.

Presiden mengatakan bahwa beras bantuan pangan yang diberikan kepada 22 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia merupakan beras premium yang memiliki kualitas baik.

{ada kesempatan tersebut Kepala NFA turut menjelaskan bahwa ketersediaan stok pangan strategis seperti beras, terutama dalam menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) menjadi fokus utamanya bersama Perum Bulog. Kunci ketersediaan stok beras nasional terletak pada produksi dalam negeri yang diprediksi akan meningkat pasca El Nino mulai mereda.

“Hari ini sekali lagi Bapak Presiden Joko Widodo berkenan untuk melakukan cek ketersediaan stok di Bulog. Pada saat yang bersamaan beliau juga meminta saya dan Pak Dirut Bulog untuk memastikan ketersediaan stok, utamanya jelang sampai dengan lebaran. Dan disini ada Pak Dirut Bulog yang tentunya bersama-sama dengan kita semua akan memastikan bahwa stok beras itu akan cukup sampai lebaran,” kata Arief.

Arief mengungkapkan menurut Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) diperkirakan produksi beras di Maret nanti dapat menyentuh angka 3,5 juta ton. Angka tersebut telah melebihi kebutuhan konsumsi nasional beras sebulan yang sejumlah 2,5 juta ton.

"Dan kemudian nanti di bulan Maret itu sudah mulai panen 3,5 juta ton di atas kebutuhan nasional sebesar  2,5 juta ton per bulan, sehingga pada saat itu kita akan stop impor. Kita akan stop impor dan serap beras padi lokal untuk tetap mempertahankan harga di tingkat petani itu baik," tambahnya.

Ia pun menampik anggapan sebagian pihak bahwa masuknya beras yang berasal dari pengadaan luar telah memukul harga gabah di tingkat petani. Menurutnya, justru Nilai Tukar Petani Tanaman Pangan (NTPP) di Desember 2023 dinilai BPS mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Jadi kalau ada yang menyampaikan harga di tingkat petani jatuh di bawah, tidak benar. Hari ini confirmed, harga di tingkat petani, NTPP itu harga terbaik itu, di tahun ini. Harga di petani tinggi, gabah di atas Rp 7.000, ada yang Rp 8.000," tegasnya.

Lebih lannjut Arief mengatakan juka di hilir harga gabah Rp 7.000 maka harga beras menjadi 2 kali lipat.

“Kalau Rp 7.000 berarti Rp 14.000, sehingga Bapak Presiden memerintahkan saya dan Dirut Bulog untuk melakukan bantuan pangan, tentunya untuk 22 juta KPM," sambungnya.

"Jadi bantuan pangan beras dilaksanakan bukan karena Januari Februari Maret ini jelang Pemilu, tidak begitu. Ini dari tahun lalu pun juga sudah ada dan ini akan terus dikerjakan, sampai nanti akan terus dikerjakan karena saudara-saudara kita yang 22 juta KPM, ini memang sangat memerlukan," tandasnya.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi berharap dampak perekonomian terkait penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog sangat baik ada di dalam negeri saja. Langkah importasi terpaksa dilakukan agar pemerintah tetap punya CBP yang secured.

"Kalau kita sekarang mengimpor (beras) 2 juta ton, itu butuhnya bisa sekitar Rp 20 triliun. Kita sekarang inginnya setelah ini, kegiatan ekonominya ada di Indonesia. Kalau ini adanya di desa-desa, di tempat kita punya sentra produksi, itu akan sangat baik buat kita," urai Arief.

"Jadi yuk kita dukung bersama supaya produktivitas kita di Indonesia, bisa mengcover kebutuhan nasional, sehingga kita jaga sama-sama ekonominya, giat ekonominya kalau ada di Indonesia keren banget," pungkas Kepala NFA Arief Prasetyo Adi.

Dalam acara Kepala Negara hari ini, turut hadir pula Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana, Bupati Klaten Sri Mulyani, dan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA I Gusti Ketut Astawa.

 

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018