Sabtu, 24 Februari 2024


Kemitaraan WPI dan Petani Muara Telang, Ibarat Simbiosis Mutualisme

01 Peb 2024, 15:47 WIBEditor : Yulianto

Panen perdana prrogram kemitraan PT WPI dengan petani Muara Telang, Banyuasin | Sumber Foto:Julian

TABLOIDSINARTANI.COM, Banyuasin---Ibarat simbiosis mutualisme. Kemitraan petani padi dengan PT. Wilmar Padi Indonesia (WPI) akan saling menguntungkan kedua pihak. Satu sisi petani dapat meningkatkan produksi padi, di sisi lain perusahaan akan mendapatkan gabah. 

Petani di Kecamatan Muara Telang, Kabupaten Banyuasin kini bernapas lega. Dengan pola kemitraan yang dijalin dengan PT. WPI, petani yang selama ini hanya bisa tanam padi satu kali, kini bisa dua kali dalam setahun. Apalagi hasil panen padinya akan diserap perusahaan tersebut.

Mustaqim, petani di Kecamatan Muara Telang kini bisa tersenyum saat panen padi tiba. Sejak bermitra dengan PT WPI, gabah hasil panennya akan langsung diserap perusahaan tersebut. Bukan hanya itu, ia bersama petani lainnya yang mengikuti Farmer Engagement Program WPI juga mendapatkan bantuan sarana produksi seperti benih padi, pestisida dan pupuk. Bahkan tanaman padi petani diikutkan dalam program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Hal sama diakui Camat Muara Telang, Alex Suarman disela-sela Panen Raya Perdana Program Kemitraan PT WPI di Desa Mukti Jaya, Senin (29/1). Menurutnya, petani yang mengikuti program kemitraan dengan perusahaan yang selama ini banyak bermain di industri kelapa sawit telah mendapat bimbingan, terutama cara budidaya padi.

Sejak tahun 1988, pertanian di Kecamatan Muara Telang terus berkembang dari mulai tanam berpindah dan tanpa mengolah lahan hingga kini petani menanam dengan sistem tabela (tanam benih langsung) dengan terlebih dahulu mengolah lahan. ”Petani kini bisa tanam tiga kali, padi-padi-palawija. Dengan kemitraan petani dan perusahaan akan mendapatkan keuntungan bersama,” katanya.

Di Kecamatan  Muara Telang terdapat 16 desa dengan luas lahan pertanian 23 ribu hektar (ha). Mayoritas atau 80 persen masyarakat didominasi Suku Jawa ini karena dulunya daerah transmigrasi penduduk pulau Jawa ke Sumatera. Selain itu terdapat pula Suku Melayu Suku Bugis Suku Bali Suku Padang Suku Sunda dan Suku Batak yang mendiami Kecamatan Muara Telang.

Sementara itu, Presiden Direktur PT. WPI, Saronto berharap dengan kemitraan ini, petani bisa meningkat kesejahteraannya. Setidaknya ada dua cara yakni dengan meningkatkan produktivitas tanaman padi petani dari 5-6 ton/ha menjadi 7 ton/ha dan peningkatan IP dari IP 100 menjadi IP 200. ”Dengan cara itu, tanpa penambahan luas lahan pertanian, kita bisa meningkatkan produksi gabah,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan produktivitas padi bisa dilakukan dengan penggunaan benih unggul bersertifikat, kemudian penggunaan pupuk tepat waktu, serta penanganan hama dan penyakit dengan pestisida. Untuk membantu petani jika tanamannya gagal panen akibat terserang hama penyakit atau terkena banjir, PT WPI juga memasukkan petani menjadi peserta AUTP.

”Kalau gagal panen, petani akan mendapat ganti rugi. Selama ini sering  kalau gagal panen petani akan mengutang,” katanya. Namun demikian, Saronto berharap dalam kerjasama ini petani untuk menjaga komitmen, karena kemitraan merupakan kegiatan jangka panjang. Apalagi dalam kemitraan ini, PT WPI akan membeli gabah sesuai dengan harga pasar.

Di Sumatera Selatan sudah ada 2.300 ha lahan pertanian yang bermitra dengan WPI. Kabupaten Banyuasin berkontribusi paling besar sekitar 2.200 ha. Bahkan, Kecamatan Muara Telang mencapai 1.005 ha. Lahan tersebut tersebar di Banyuasin, Ogan Ilir, dan Oku Timur. Tahun ini WPI menargetkan kemitraan seluas 5.000 ha dengan petani di Sumsel.

Sedangkan secara nasional, tahun ini WPI menargetkan kemitraan 20.000 ha atau meningkat 58,7% dibandingkan tahun lalu seluas 12.600 ha. Secara nasional, WPI sudah beroperasi di 19 kabupaten di Indonesia yang tersebar di Jawa Timur, Banten, Lampung, Sumsel, dan Sumut.

Kemitraan petani dengan PT WPI harus menjaga komitmen. Apa kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Banyuasin? Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018