Senin, 22 April 2024


Banjir dan Dampak El Nino Dorong Harga Beras Naik

22 Peb 2024, 11:51 WIBEditor : Yulianto

Mentan, Amran Sulaiman saat menengok ke lokasi banjir di Demak | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Kejadian banjir dan juga dampak El Nino telah membuat harga beras di sejumlah daerah naik tinggi, sehingga pemerintah perlu melakukan langkah cepat sebagai upaya antisipasi sejak dini. Diperkirakan, bencana banjir masih akan berlangsung hingga akhir Februari mendatang.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, hantaman cuaca ekstrem sangat luar biasa, bahkan diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Februari mendatang. Saat ini pemerintah sedang mencari alternatif dan solusi untuk mengatasinya. ”Kita tidak boleh berdiam diri dan menjadi penonton. Saatnya kita bergerak bersama untuk Indonesia yang lebih gemilang dan cemerlang," katanya.

Kementerian Pertanian memastikan lahan-lahan petani yang terdampak banjir akan mendapat bantuan berupa benih unggul, alsintan dan juga berbagai bantuan lainya. Langkah ini perlu dilakukan mengingat para petani adalah tulang punggung dalam meningkatkan produksi.

"Kami akan berikan bantuan benih gratis, alat mesin pertanian dan juga ada bantuan lainya. Semua bantuan ini kami berikan karena Indonesia sedang diterpa cuaca ekstrem el nino dan juga musim hujan la nina," ujar Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat menggelar rapat bersama Menko PMK di Jakarta, Senin (19/2).

Pastinya, kata Mentan, pemerintah tidak boleh berdiam diri dan hanya menonton penderitaan petani disaat mereka membutuhkan bantuan. Namun demikian, petani juga harus bergotong royong memompa genangan air sehingga lahan sawahnya dapat digunakan kembali.

Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mengatakan, selama tahun 2023 bencana banjir yang tercatat BNPB sudah mencapai 331 atau sekitar 44 persen dari total kejadian yang ada. Kejadian ini, membuat petani merugi akibat sebagian tanaman padi gagal panen. Diperkirakan hingga kini total kahan padi yang gagal panen akibat banjir mencapai 5.409 hektar di lebih dari 22 Provinsi.

"Karena itu sesuai dengan arahan bapak presiden, pemerintah memberikan bantuan kepada mereka (petani). Kami telah memutuskan bahwa bantuan tersebut akan dilanjutkan kepada mereka yang terdampak gagal panen," katanya.

Muhajir menambahkan, semua bantuan tersebut nantinya akan diberikan berdasarkan rekomendasi Menteri Pertanian selaku pemegang data dan informasi wilayah mana saja yang terdampak banjir besarm sehingga petani mendapat bantuan secara tepat sasaran

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018