Senin, 22 April 2024


Pasca Pemilu, Ada Apa dengan Beras?

28 Peb 2024, 11:47 WIBEditor : Yulianto

Bantuan pangan yang disalurkan Bulog | Sumber Foto:dok. Humas Bulog

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Pemilihan Umum Presiden dan Calon Presiden telah diselenggarakan pada 14 Februari 2023. Berbagai misi dan visi disampaikan masing-masing calon Presiden dan Wakil Presiden. Terlepas dari janji-janji politik, ke depan persoalan pangan tetap menjadi sebuah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah baru.

Siapa pun Presiden RI yang terpilih, persoalan pangan tak bisa diabaikan. Sejarah telah memberikan pelajaran besar bagi bangsa Indonesia. Kejatuhan Pemerintah Orde Lama dan Orde Baru berawal dari masalah pangan, khususnya komoditas beras.

Sebagai produk pangan yang mayoritas masyarakat Indonesia konsumsi, beras bukan hanya komoditas strategis, tapi juga komoditas politik. Untuk menjaga stabilitas pangan, terutama harga beras, pemerintah melalui Perum Bulog telah menetapkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Cadangan beras tersebut pemerintah gunakan untuk mengintervensi pasar ketika terjadi lonjakan harga. Saat ini setidaknya ada dua cara yang pemerintah pakai untuk menstabilkan harga beras yakni melalui bantuan pangan dan program SPHP (Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan).

Sejak tak ada lagi program beras untuk masyarakat miskin (Raskin), sejak tahun 2023 pemerintah menggelontorkan beras melalui Program Bantuan Pangan untuk 21,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), Pada tahun ini jumlah penerima ditambah menjadi 22 juta KPM dengan volume 10 kg/KPM.

Sedangkan program SPHP pemerintah tujukan untuk pasar komerisial. Melalui Perum Bulog, beras tersebut dilego dengan harga Rp 54.500/5 kg.`Harga tersebut diharapkan dapat menahan lonjakan harga, seperti yang terjadi dalam setahun terakhir. Bahkan saat ini harga beras terus bergerak naik. Harga beras premium kemasan 5 kg kini telah menembus lebih dari Rp 70 ribu.

Menyikapi kondisi perberasan saat ini, Presiden Joko Widodo, pasca pencoblosan Pemilu, Kamis (15/2) melakukan pengecekan ketersediaan CBP yang disalurkan dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Pasar Induk Beras Cipinang.

Presiden menyampaikan, Bulog telah menggelontorkan beras SPHP ke Pasar Induk Beras Cipinang dengan volume yang besar. Karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir kesulitan mencari beras dengan kualitas baik dan harga yang terjangkau.

"Saya datang di Pasar Induk Cipinang ini untuk memastikan bahwa stok beras di sini ada karena dari sinilah didistribusikan ke ritel, ke supermarket, ke daerah, sehingga saya ingin pastikan beras yang ada di sini ada, tersedia, jumlahnya cukup, dan saya melihat melimpah," ujar Presiden dalam keterangannya usai peninjauan.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018