Sunday, 24 October 2021


Perbaikan Rendemen Penggilingan Dongkrak Produksi Padi

01 Oct 2013, 14:24 WIBEditor : Julianto

Ada satu alternatif mendongkrak produksi padi. Selama ini cara tersebut kurang mendapat perhatian serius. Apa itu? Perbaikan rendemen penggilingan padi, khususnya yang berskala usaha kecil.

Rendemen giling termasuk hal yang penting dalam usaha penggilingan padi. Sebab, berdampak pada efisiensi usaha dan beras yang dihasilkan. Data Perhimpunan Penggilingan Padi (PERPADI), rata-rata rendemen penggilingan padi, terutama yang berskala kecil masih di bawah 60 %. Padahal rendemen optimal dan transformasi gabah menjadi beras adalah sekitar 68 %.

Kalkulasi Menteri Pertanian, Suswono, jika terjadi kenaikan rendemen 1 % saja, berarti terjadi penambahan beras sebesar 689 ribu ton. Jika dirupiahkan dengan harga beras sebesar Rp 6500/kg, maka akan terjadi peningkatan omset sebesar Rp 4,47 triliun. ”Jumlah tersebut tentu akan lebih banyak jika rendemen meningkat di atas 1 %,” katanya saat Rapat Koordinasi Nasional Penggilingan Padi dan Munaslub PERPADI di Surabaya, beberapa waktu lalu.

Apalagi lanjutnya, penggilingan padi merupakan titik awal pendistribusian beras ke pasar. Penggilingan padi menjadi salah satu kunci dalam distribusian beras dari dan kepada masyarakat. Karena itu alur distribusi hingga ke masyarakat sangat penting untuk dibuat seefektif dan seefisien mungkin.

Usaha penggilingan padi, juga penting dalam menggerakkan roda ekonomi pedesaan. Berdasarkan sensus penggilingan padi 2012, terdapat sekitar 182 ribu usaha penggilingan padi. Dari jumlah itu 94 % merupakan penggilingan padi kecil yang kebanyakan berada di pedesaan. ”Dengan data tersebut, dapat tergambarkan bagaimana roda ekonomi desa bergerak dari usaha penggilingan padi,” katanya.

Ke depan terdapat tiga agenda penting untuk diperhatikan, terkait dengan industri beras nasional. Pertama, beras harus dapat menjadi produk yang menarik untuk dikembangkan bagi sebuah usaha pengolahan, sehingga dapat memperbaiki kesejahteraan masyarakat, terutama petani. Namun disisi lain, beras juga harus terjaga kestabilan pasokan dan mutunya, sehingga konsumen dapat memperoleh beras berkualitas dengan mudah.

Informasi lebih lengkap baca EDISI CETAK TABLOID SINAR TANI (info berlangganan SMS ke : 081317575066).

Editor : Julianto

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018