Senin, 22 April 2024


Panen Padi telah Tiba

11 Mar 2024, 11:57 WIBEditor : Yulianto

Panen padi menggunakan combine harvester | Sumber Foto:dok. sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Panen padi di sejumlah sentra produksi mulai berlangsung. Dengan mulai masuk musim panen diharapkan harga beras yang saat ini naik cukup tinggi bisa kembali turun. Namun demikian, petani juga berharap jangan sampai harga gabah ikut terjun bebas.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat komoditas beras kembali mengalami inflasi sebesar 5,32% pada Februari 2024. Komoditas ini memberikan andil inflasi terbesar, baik secara month-to-month (mtm) maupun year-on-year (yoy). Secara bulanan, komoditas ini memberikan andil sebesar 0,21%, sedangkan secara tahunan sebesar 0,67%.

“Secara umum kenaikan harga beras terjadi di 37 provinsi, sedangkan harga beras di satu provinsi lainnya menunjukkan penurunan,” kata Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah saat jumpa pers, Kamis (1/3).

Saat ini, harga beras melonjak di semua rantai distribusi. Catatan BPS, harga beras di tingkat penggilingan pada Februari 2024 naik Rp14.274/kg atau 6,76% dibandingkan bulan sebelumnya. Di tingkat grosir, harga beras bergerak naik sebesar 5,96?ri bulan sebelumnya, menjadi Rp14.398/kg. Sedangkan di tingkat eceran, harga beras telah menyentuh level Rp15.157/kg pada Februari 2024.

Kenaikan harga beras di berbagai rantai distribusi ini terjadi seiring dengan kenaikan harga gabah di tingkat petani. BPS juga mencatat harga gabah kering panen (GKP) naik sebesar 4,86% secara mtm menjadi Rp7.261/kg. Sementara itu, harga gabah kering giling (GKG) dilaporkan naik menjadi Rp8.591/kg atau 6,13?ri bulan sebelumnya. 

Namun dengan datangnya musim panen Maret-April ini, diharapkan harga beras ditingkat konsumen bisa menurun. Di sisi lain, petani juga berharap agar harga gabah tidak turun drastis yang menyebabkan petani bakal merugi dari usaha taninya.

Produksi Maret-April

BPS melaporkan terdapat potensi produksi beras yang cukup besar dalam dua bulan mendatang, yakni Maret-April 2024. Berdasarkan hasil pengamatan KSA pada Januari 2024, potensi produksi beras nasional dari hasil panen raya yang berlangsung dalam dua bulan tersebut mencapai 8,46 juta ton. "Potensi produksi beras nasional pada Maret diperkirakan mencapai 3,54 juta ton dan April sebesar 4,92 juta ton," kata Habibullah.

Produksi beras pada Maret sebanyak 3,54 juta ton tersebut ditopang sekitar 87 persen dari 10 provinsi yakni Jawa Timur, Jawa tengah, Jawa barat, Sumatra Selatan, Sulawesi Selatan, Sumatra Utara, Aceh, Lampung, Nusa Tenggara Barat, dan Banten.

Sementara potensi produksi beras April sebesr 4,92 juta ton sekitar 80 persen tersebar di 10 provinsi yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa barat, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatra Selatan, Nusa Tenggara Barat, Banten, Aceh, dan Sumatra Utara.  

Habibullah mengungkapkan, potensi produksi beras utama bulan Maret yakni Jawa Timur sebesar 840.940 ton, Jawa Tengah sebesar 819.030 ton, dan Jawa Barat sebesar 358.610 ton. Jika dilihat secara detil, kabupaten kota dengan potensi produksi beras relatif besar pada Maret 2024 antara lain ada di Banyuasin Sumatra Selatan, Lamongan Jawa Timur, dan di Grobogan Jawa Tengah.

Sedangkan untuk panen April, potensi produksi beras terbesar terdapat di Jawa Timur sebesar 1,08 juta ton, Jawa Tengah 893.280 ton, dan Jawa Barat sebesar 734.790 ton. Sementara kabupaten dengan potensi produksi terbesar yaitu Indramayu 114.530 ton, Cilacap 102.050 ton dan Oku Timur 94.140 ton.

Namun demikian BPS memprediksi potensi produksi beras pada periode Januari-April 2024 sebesar 10,71 juta ton, turun 2,28 juta ton atau 17,52% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurunnya produksi beras seiring dengan menyusutnya luas panen pada periode tersebut yang diprediksi sebesar 0,69 juta ha atau turun 16,48% dibandingkan periode  sama tahun 2023. Luas panen pada periode Januari-April 2024 diperkirakan seluas 3,53 juta ha.

Bagaimana dengan stok beras? Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018