Minggu, 14 April 2024


Harga Anjlok, Pemkab Bone Siapkan Satgas Serap Jagung

18 Mar 2024, 11:09 WIBEditor : Gesha

Panen jagung, harga justru anjlok | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bone -- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) di Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) akan membentuk satuan tugas (satgas) khusus untuk mengatasi penurunan harga jagung selama musim panen dengan harapan meningkatkan stabilitas harga.

"Insyaallah kami akan memastikan bahwa harga jagung di tingkat petani tetap wajar dan tidak ada yang dirugikan," kata Kepala Dinas TPHP Bone, Andi Asman Sulaiman.

Asman menjelaskan bahwa pembentukan tim satgas akan melibatkan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa harga jagung di tingkat petani tetap sesuai dengan harga pokok penjualan sebesar Rp 4.200 per kilogram.

"Dinas TPHP bertekad untuk menjamin bahwa harga jagung di tingkat petani dibeli dengan harga yang wajar, yakni Rp 4.200 per kilogram," katanya.

Dia juga menegaskan bahwa Kementerian Pertanian telah menginstruksikan untuk menghentikan impor jagung selama musim panen. Asman menambahkan bahwa masalah ini akan dibahas lebih lanjut dengan semua pihak terkait.

"Sudah ada instruksi dari Menteri Pertanian untuk menghentikan impor jagung, Bulog juga terlibat, dengan HPP Rp 4.200 per kilogram. Kami juga akan segera melakukan rapat lintas sektor terkait," ujarnya.

Kabid Tanaman Pangan Dinas TPHP Bone, Abdul Rauf, menambahkan bahwa pemerintah telah menetapkan HPP jagung, dan dia optimis harga tersebut masih dapat menguntungkan petani.

"Iya, harga sebesar Rp 4.200 per kilogram yang ditetapkan oleh pemerintah untuk petani, bahkan ada kemungkinan harga akan naik lagi. Hal ini berdasarkan pengakuan Bulog dalam rapat kemarin dengan Bank Indonesia. Namun, secara teknis, regulasi ini akan diatur oleh Kementan setelah rapat dengan Bulog," ungkap Rauf.

Rauf menjelaskan bahwa penurunan harga jagung disebabkan oleh kurangnya pasar yang luas dan ekspansif untuk jagung di wilayah Bone. Jagung lebih banyak digunakan sebagai komoditas pakan ternak.

"Kebanyakan jagung saat ini digunakan sebagai pakan ternak. Sisanya dijual ke PT Japfa, Charoen Pokphand di Makassar," tambahnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018