Minggu, 14 April 2024


Demplot Genta Organik Poktan Sri Tanjung Hasilkan 7,8 Ton/Hektar

18 Mar 2024, 11:55 WIBEditor : Gesha

Proses ubinan hasil Demplot Genta Organik | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Kebumen -- Dengan sentuhan inovatif Genta Organik, Poktan Sri Tanjung berhasil meraih prestasi gemilang dengan hasil panen mencapai 7,8 ton/hektar. 

Di tengah upaya menjaga keseimbangan lingkungan dan meningkatkan produktivitas pertanian, Kelompok Tani Sri Tanjung Desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, telah melaksanakan kegiatan ubinan padi sawah pada Jum’at (15/03/2024) sebagai bagian dari Genta Organik Climate Smart Agriculture (CSA) Strategic Irrigation Modernization and Urgent Rehabilitation Project (SIMURP).

Ubinan, metode yang digunakan untuk memperkirakan hasil panen tanaman padi atau palawija, melalui pengukuran titik sampel dengan ukuran 2,5 meter x 2,5 meter, dan kemudian hasilnya ditimbang.

Tujuannya adalah untuk mengetahui perkiraan hasil produksi tanaman dalam luasan 1 hektar. Di demplot Genta Organik seluas 1 hektar ini, ditanam varietas padi Ciherang.

Hasil ubinan menunjukkan produktivitas yang menggembirakan, dengan rata-rata 4,9 kg atau setara dengan 7,84 Ton/Ha GKP.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Koordinator Penyuluh Pertanian BPP Kecamatan Ayah, Sugeng Haryadi, bersama dengan sejumlah Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) BPP Kecamatan Ayah.

Sugeng Haryadi mengapresiasi pengurus dan anggota Kelompok Tani Sri Tanjung serta kelompok tani pelaksana kegiatan SIMURP Kecamatan Ayah atas keberhasilan pelaksanaan demplot Genta Organik ini.

Dia berharap demplot ini dapat menjadi contoh di seluruh Kecamatan Ayah untuk budidaya padi sawah yang organik dan ramah lingkungan.

Inovasi seperti ubinan padi sawah tidak hanya memberikan perkiraan hasil panen yang lebih akurat tetapi juga merupakan langkah menuju pertanian yang lebih berkelanjutan.

Dengan fokus pada praktik organik dan ramah lingkungan, pertanian di wilayah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem dan memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018