Kamis, 30 Mei 2024


Kementan Siapkan Data Petani dan Lokasi

19 Mar 2024, 13:40 WIBEditor : Yulianto

Jagung di lahan petani | Sumber Foto:dok. Sinta

Untuk mempermudah koordinasi penyerapan jagung petani, Arief menegaskan, dalam waktu dekat Kementerian Pertanian menyiapkan data lokasi panen, petani jagung dan kelompok tani jagung secara by name by address untuk dapat dihubungkan kepada peternak mandiri, feedmill (pabrik pakan), dan non feedmill pada saat panen raya.

Berdasarkan Kerangka Sampel Area (KSA) Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat total produksi jagung pada empat bulan awal tahun ini mencapai 5,34 juta ton. Jumlah tersebut lebih banyak sekitar 500 ribu ton dibandingkan produksi pada periode sama tahun sebelumnya.

Sementara itu saat Rapat Koordinasi Antisipasi Panen Raya Jagung, di Kementerian Pertanian Kamis, (14/3),  Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, pihaknya tidak segan menghentikan impor jagung sebagai langkah mencegah harga jagung di petani jatuh. Sebagai tindak lanjutnya, Amran meminta pengusaha bisa lebih aktif menyerap jagung petani. Hasil pemantauan Kementerian Pertanian, harga jagung di tingkat petani ada yang sudah menyentuh Rp 2.500/kg.

”Jangan cuma lancar impor, tapi tidak lancar menyerap jagung petani. Tolong masuk langsung ke petani sehingga mengerek harga naik dan tidak terlalu murah di petani dan peternak juga mendapatkan dengan harga wajar,” tegas Amran dihadapan pengusaha pakan ternak yang tergabung dalam Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT).

 

Amran menganggap, impor semestinya menjadi opsi terakhir dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak. Apalagi selama petani lokal mampu menyediakan kebutuhan jagung untuk pakan. Jadi, semestinya opsi paling utama adalah menyerap jagung petani terlebih dahulu. BPS memperkirakan, produksi jagung pada Januari – April mencapai 5,3 juta ton. Puncak panen terjadi Maret sebanyak 2,3 juta ton.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018