Minggu, 14 April 2024


Total Produksi Jagung Maret-April capai 4 Juta Ton

20 Mar 2024, 11:47 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi saat panen jagung di Tuban | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM. Tuban---Kementan terus memacu peningkatan produksi jagung nasional dengan pengawalan dari mulai persiapan masa tanam sampai mengawal panen dengan strategi yang lebih inovatif dari tahun-tahun sebelumnya. Diperkirakan panen jagung selama Maret-April mencapai 4 juta ton. 

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengatakan, secara nasional panen raya jagung pada Maret di mencapai angka yang luar biasa, yaitu 2,29 juta ton. Kemudian panen raya tersebut berlanjut di bulan April dengan prediksi panen mencapai 1,76 juta ton jagung.

"Secara nasional bulan Maret ini dipanen sekitar 2,29 juta ton jagung 15 persen kadar air, dan nanti di bulan April masih dipanen raya juga sekitar 1,76 juta ton sehingga Maret - April mencapai 4 juta ton, dan itu angka KSA BPS," katanya saat panen raya jagung di Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Selasa (19/3)

Dalam kegiatan itu juga dilakukan penandatangan MoU antara kelompok tani, Ketua GPMT,Pejagungindo, Sekda Tuban, Bulog, Bapanas, Satgas pangan dan Dirjen Tanaman Pangan Kementan untuk memaksimalkan penyerapan hasil panen raya jagung.

Pada kesempatan itu, Suwandi menyampaikan kekaguman atas panen raya jagung di Kabupaten Tuban yang dilaksanakan di lahan seluas 517 ha dengan provitas jagung yang akan dipanen mencapai 7 ton/ha. "Saya mewakili bapak Menteri Pertanian di agenda panen raya jagung ini, dan ini luar biasa (Kabupaten) Tuban itu sentranya jagung bukan hanya di Jawa Timur, juga jagung nasional," ujar Suwandi.

Luas panen jagung tahun 2024 periode Januari sampai Minggu ke-2 Maret 2024 di Kabupaten Tuban tercatat seluas 46.114 ha dan proyeksi Maret 2024 seluas 42.586 hadan April 1.513 ha. Adapun untuk luas tanam jagung di kecamatan Palang seluas 4.645 ha, di Desa Ngimbang seluas 517 ha.

Sementara realisasi panen jagung sampai dengan minggu ke-2 Maret 2024 seluas 2.264 hadan proyeksi Maret 2024 seluas 2.207 ha dan April 129 ha. Varietas jagung yang digunakan adalah NK 7328 dengan rata-rata produktivitas sebesar 7 ton/ha.

Suwandi menyampaikan bahwa pertanaman jagung tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan awal tahun 2023 lalu. Karena itu dirinya berharap panen raya ini bisa menjaga stabilitas harga dan ketersediaan jagung untuk masyarakat.

"Kami hadir di tengah petani dalam rangka stabilisasi harga, dan kondisi pertanaman jagung di 4 bulan pertama ini jauh lebih tinggi dibanding Januari, Februari, Maret 2023," paparnya.

Ia juga menyampaikan sebuah kebijakan yang disepakati semua pihak, yaitu kebijakan fleksibilitas harga jagung. Kebijakan itu dibuat demi optimalisasi penyerapan jagung hasil panen raya. Petani mengusulkan ke Bapanas, kebijakan fleksibilitas HAP bisa naik disesuaikan dengan biaya produksi petani.

"Langkah-langkah strategis dan antisipasi untuk panen raya jagung ialah meningkatkan luas tanam dan panen, sinergi Bulog untuk menyerap hasil panen jagung dengan Harga Acuan Pemerintah dan Asosiasi PEJAGINDO langsung mengambil hasil panen jagung petani di Indonesia," tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tuban, Budi Wiyana mengatakan, luas lahan pertanian di Kabupaten Tuban tercatat seluas 159.779 ha, lahan persawahan tercatat 66.910 ha lebih dan lahan pertanian bukan persawahan mencapai 92.869 ha. Sedangkan luas wilayah administrasi Kabupaten Tuban adalah 183.994 ha.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018