Minggu, 14 April 2024


LTT Ditargetkan 29.281 hektar, Pemprov Aceh Optimis dengan Target Kementan

22 Mar 2024, 04:53 WIBEditor : Gesha

Pj Gubernur Aceh, Bustami menyatakan optimis dengan kegiatan Kementan | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Banda Aceh -- Penjabat Gubernur Aceh Bustami menyampaikan bahwa pada bulan Maret 2024, Target Luas Tambah Tanam (LTT) Aceh telah mencapai 29.281 hektar. Selama periode Januari hingga Maret, Aceh sudah melampaui target LTT yang telah ditetapkan.

"Dari Januari hingga Maret, Aceh sudah surplus dari target LTT yang telah ditetapkan, dengan pencapaian LTT padi seluas 175.187 hektar dari Oktober 2022 hingga Maret 2023. Sedangkan periode Oktober 2023 hingga 18 Maret 2024, pencapaian LTT seluas 181.257 hektar, dengan surplus seluas 6.070 hektar,” ujar Penjabat Gubernur Aceh Bustami, saat memberikan arahan pada Rapat Koordinasi Percepatan Tanam dan Peningkatan Produksi Padi Tahun 2024, di ruang Serbaguna Setda Aceh, Kamis (21/3/2024).

Penjabat Gubernur Aceh Bustami juga menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian RI terus mendorong peningkatan produksi padi untuk menjamin kelangsungan pasokan beras dan mengantisipasi darurat pangan tahun 2024.

Untuk mencapai hal tersebut, Kementan menerapkan sejumlah solusi cepat seperti Perluasan Areal Tanam (PAT), sistem pompanisasi di lahan kering dekat sungai, Luas Tambah Tanam (LTT), serta tumpang sisip padi gogo di lahan sawit dan kelapa.

Selain itu, lanjut Pj Gubernur, optimalisasi lahan rawa juga sedang dikerjakan untuk memperluas area pertanian, melalui kerja sama antara Kementan dan TNI.

Bustami menegaskan, semua upaya ini sejalan dengan visi Pemerintah Aceh untuk menjadikan Tanah Rencong tetap bertahan sebagai lumbung pangan nasional.

“Optimalisasi lahan dilaksanakan seluas 11.557 hektare di 7 kabupaten, yaitu: Aceh Besar, Aceh Utara, Aceh Timur, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya dan Simeulue. Kemudian pompanisasi pada lahan kering dekat sungai dapat mengairi lahan seluas 28.495 hektar dan tumpang sisip padi gogo seluas 29.371 hektar,” ungkapnya.

Pencapaian ini, tambah Pj Gubernur, tentu menjadi harapan baik bagi Aceh untuk meningkatkan produksi padi dibandingkan tahun sebelumnya, dan berupaya meningkatkan surplus tersebut menjadi lebih optimal.

Bustami menekankan, kegiatan-kegiatan tersebut dimaksimalkan dengan memanfaatkan mesin pertanian pengolah tanah, memastikan ketersediaan benih berkualitas, dan memberikan bantuan pupuk kepada petani.

Pembangunan Nasional

Dalam sambutannya, Bustami juga mengingatkan, pangan memiliki peran strategis dan politis yang krusial dalam pembangunan nasional. Hal ini tercermin dari kontribusinya dalam sumber pendapatan masyarakat, penyediaan lapangan kerja dan bahan pangan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pemicu pertumbuhan ekonomi pedesaan, serta pengaruhnya terhadap inflasi daerah dan nasional.

“Tantangan utama mewujudkan ketahanan pangan saat ini terletak pada fluktuasi iklim yang mempengaruhi kualitas pertumbuhan tanaman. Akibat dari kondisi darurat pangan yang disebabkan oleh dampak El Nino, produksi pertanian di Indonesia kini menurun dan harga pangan meningkat,” kata Gubernur.

Oleh karena itu, Pj Gubernur selaku Kepala Pemerintahan Aceh menyambut baik kegiatan ini serta mengapresiasi Menteri Pertanian RI atas alokasi program pertanian yang bertujuan untuk meningkatkan produksi.

Bustami menegaskan dukungannya terhadap kegiatan ini, agar bisa terlaksana dengan baik, sehingga dapat meningkatkan produksi padi dan jagung untuk mengatasi darurat pangan.

“Saya mengajak kita semua untuk terus memberikan dorongan dan motivasi kepada para pelaksana di lapangan, khususnya petani, agar terus berupaya mencapai target, baik produktivitas maupun akumulasi produksi. Semoga upaya-upaya ini membuka peluang lebih luas dalam meningkatkan kesejahteraan para petani Aceh dan menjadi tonggak penting dalam menjawab tantangan krisis pangan,” pungkas Pj Gubernur Aceh.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018