Minggu, 14 April 2024


Kementan Optimalkan Lahan Kebun Pohuwato dengan Padi Gogo

22 Mar 2024, 05:36 WIBEditor : Gesha

Prayudi Syamsuri, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan dari Direktorat Jenderal Perkebunan melakukan penanaman padi gogo di Lahan sawit | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Pohuwato -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Perkebunan meningkatkan pemanfaatan lahan kelapa sawit dengan mengimplementasikan Program Tumpangsari Tanaman Sela/Pangan (Kesatria) di lahan perkebunan bersama Tim Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, dan Kelompok Tani Desa Karangetan, Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Andi Nur Alam Syah, Direktur Jenderal Perkebunan, menyampaikan bahwa Program Kesatria merupakan wujud komitmen dan tanggung jawab seluruh staf Ditjen Perkebunan dalam menjalankan arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan perkebunan dengan menambah luas dan menerapkan tumpang sisi padi gogo.

Bersama timnya, mereka memperkuat ketahanan nasional dengan mendukung implementasi Program Optimalisasi Lahan Rawa, Pompanisasi Lahan Tadah Hujan, dan Tumpang Sisi Padi Gogo pada Tahun Anggaran 2024 sebagai langkah menghadapi dampak dari fenomena El Nino.

“Ini solusi cepat atasi darurat pangan, untuk itu Kami siapkan lahan perkebunan dan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) penerima kegiatan tumpang sisip padi gogo dalam upaya penambahan luas tanam padi serta mengantisipasi krisis pangan nasional di lahan perkebunan,” ungkap Andi Nur.

Saat berada di lokasi, Prayudi Syamsuri, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan dari Direktorat Jenderal Perkebunan, menjelaskan bahwa potensi target luas area tanam padi gogo di Provinsi Gorontalo mencapai 13.808 hektare, sementara di Kabupaten Pohuwato terdapat potensi seluas 1.306 hektare.

"Ini merupakan kali pertama penanaman padi gogo di Kabupaten Pohuwato, menggunakan varietas Inpago 13 portis dengan lahan siap tanam seluas 3 hektare. Kami berharap panen pertama dapat dilakukan pada Juli 2024," tambah Prayudi.

Lebih lanjut, Prayudi menyampaikan pentingnya keterlibatan instansi terkait, seperti TNI dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dalam pengumpulan data CPCL dan pembaharuan data tersebut.

Hal ini penting untuk memastikan bahwa Program Kesatria Kementan dapat diterapkan di seluruh Kabupaten Provinsi Gorontalo yang memiliki potensi lahan tanam padi gogo.

"Kami terus memaksimalkan pemanfaatan potensi lahan yang ada, tidak hanya lahan sawah, tetapi juga lahan yang selama ini ditanami kelapa dan kelapa sawit melalui tumpangsari padi gogo, sebagai upaya untuk mengurangi potensi terjadinya krisis pangan nasional," pungkas Prayudi.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018