Senin, 22 April 2024


BPS: Selama 2024 Harga Beras Pengerek Inflasi Terbesar

02 Apr 2024, 14:36 WIBEditor : Yulianto

Harga beras tahun ini mengalami kenaikan terbesar | Sumber Foto:Dok. Sinta

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Selama tahun 2024, harga beras memberikan andil cukup besar terhadap inflasi. Hampir di seluruh provinsi mengalami inflasi akibat kenaikan harga beras. Bahkan pada Februari 2024, komoditas beras kembali mengalami inflasi, sebesar 5,32?ngan andil sebesar 0,21% terhadap inflasi nasional.

Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti di Jakarta, beberapa waktu lalu mengatakan, inflasi Februari 2024  relatif lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya. Komoditas beras memberikan andil inflasi terbesar baik secara month – to – month, year-to-date, maupun year – on – year. Dari 150 Kabupaten/Kota IHK, kenaikan harga beras terjadi di 140 kabupaten/kota.

Secara umum komoditas penyebab inflasi m-to-m, beras sebesar 0,21%, cabai merah 0,09%, telur ayam ras 0,04%, daging ayam ras 0,02?n minyak goreng 0,01%. Data tersebut beras memberikan andil lebih besar dibandingkan periode sebelumnya. “Berbeda dengan periode yang sama di tahun 2022 dan 2023 , inflasi tahun kalender sampai dengan Februari 2024 dominan disebabkan komponen harga bergejolak, utamanya beras yang menyumbang andil sebesar 0,24%,” ungkapnya.

Berdasarkan historis, kata Amalia, inflasi akibat kenaikan demand di periode Ramadhan dan Idul Fitri dapat terjadi menjelang Ramadhan. Bahkan dampak Inflasi juga bisa tersebar di beberapa bulan ke depan. Biasanya komoditas pendorong inflasi pada Ramadhan dan Idul Fitri didominasi volatile food dan beberapa komoditas administered prices.

Namun demikian, Amalia mengingatkan, perlu waspada terhadap kenaikan harga beberapa komoditas yang mungkin terdampak tingginya permintaan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri, seperti tarif angkutan udara, daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras. “Inflasi kelompok makanan, minuman, tembakau, dan transportasi pada momen Ramadhan dan idul Fitri relatif meningkat,” ujarnya.

Beberapa langkah mengendalikan inflasi dan harga pangan, menurut Amalia, dengan memastikan ketersediaan stok, khususnya komoditas pangan, memastikan kelancaran distribusi pasokan yang merata di seluruh wilayah, kegiatan operasi pasar untuk memastikan keterjangkauan harga, sosialisasi kepada masyarakat untuk tidak panic buying dalam Idul Fitri.

“Selain itu menetapkan kebijakan tarif batas atas pada transportasi hari raya, memastikan ketersediaan moda angkutan udara melalui penambahan frekuensi penerbangan selama momen Ramadhan dan Idul Fitri,” tuturnya.

Reporter : Julian
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018