Senin, 15 Juli 2024


Bulog Perkuat Stok Hadapi Musim Kemarau  

05 Apr 2024, 14:12 WIBEditor : Yulianto

Dirut Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi | Sumber Foto:Julian

TABLOIDISINARTANI.COM, JAKARTA---Perum Bulog akan memperkuat stok beras untuk menghadapi kemungkinan datangnya musim kemarau. Stok tersebut tidak hanya dari dalam negeri, tapi juga menyiapkan beras dari luar negeri.

Direktur Utama Perum Bulog, Bayu Krisnamurthi mengatakan, berdasarkan laporan  Badan Pusat Statistik (BPS) produksi padi periode Januari-April 2024 tutun sekitar 9,7 persen lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu. Padahal produksi padi tahun 2023 juga lebih rendah dari tahun 2022.

 “Secara kumulatif, kondisi beras kita tidak sebaik yang diharapkan. Bahkan Menteri Pertanian juga sudah menyatakan secara terbuka luas tanam pada Maret 33 persen lebih rendah dari tahun lalu,” katanya saat Silaturahim Direksi Perum Bulog dengan wartawan Bulog di Jakarta, Selasa (2/4).

Dari dua angka tersebut kata Bayu ada indikasi produjsi beras tidak terlalu menggembirakan. Karena itu, Bulog saat bersiap-siap memperkuat stok, terutama menghadapi musim paceklik. Berdasarkan informasi BMKG, El Nino diprediksi akan berakhir Juni-Juli mendatang, kemudian akan memasuki La Nina dengan kemungkinan hujan ringan.

Meski kondisi produksi padi tahun ini diprediksi tidak terlalu menggembirakan, namun Bayu menegaskan, pihaknya berkomitmen menyerap gabah petani secara maksimal, sesuai ketentuan yang ada, khususnya ketetapan harga pembelian pemerintah (HPP).

”Untuk pengadaan, kami tidak menetapkan target. Bulog tidak ingin menjadi pemicu kenaikan harga gabah karena masuk ke pasar dan bersaing dengan penggilinggan padi swasta. Jadi jangan sampai pasar bereaksi karena terjadi rebutan gabah,” katanya.

Bayu mengatakan, hingga kini pengadaan Bulog dari dalam negeri sudah sebanyak 74.700 ton setara gabah. Jumlah pengadaan lebih sedikit dibandingkan 8 tahun terakhir yang rata-rata mencapai 80-90 ribu ton. ”Pengadaan itu lebih sedikit di bawah, tapi-tidak jauh-jauh amat,” ujarnya.

Menurunya, volume pengadaan gabah/beras tersebut lebih banyak dari kegiatan komersial. Pasalnya, saat ini harga gabah di Tingkat petani masih jauh di atas HPP.  ”Kami mengharapkan jika nanti ada kenaikkan HPP, bisa ikut meningkatkan pengadana Bulog,” katanya.

Untuk memperkuat stok cadangan beras pemerintah, Bayu mengatakan, saat ini Bulog sudah mendapatkan ijin impor beras dari pemerintah sebanyak 3,6 juta ton untuk tahun 2024. Saat ini sudah kontrak sebanyak 1 juta ton. Hingga kini sebanyak 650 ribu ton sudah masuk ke gudang Bulog dan 350 ribu ton masih dalam perjalanan. ”Untuk tahun 2023, impor beras sebanyak 3 juta ton sudah kita selesaikan semua,” katanya.

Bayu menjelaskan, saat ini stok beras Bulog sebanyak 1,07 juta ton. Dengan stok yang ada tersebut, kemudian ditambah dengan pengadaan dalam negeri dan impor beras, Bayu yakin cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, terutama kegiatan bantuan pangan dan SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan).

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018