Jumat, 14 Juni 2024


Pola Pangan B2SA : Dari Makan Kenyang ke Makan Sehat, Beragam, Bergizi dan Aman

25 Apr 2024, 12:01 WIBEditor : Gesha

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan,Rinna Syawal memimpin minum jus bersama | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Dulu, keberhasilan sebuah pola pangan diukur dari seberapa kenyangnya perut setelah makan. Namun, zaman telah berubah, dan kita perlu menyadari bahwa pentingnya bukan hanya kenyang, tetapi juga kesehatan, keragaman, kandungan gizi, dan keamanan makanan. Inilah era Pola Pangan B2SA (Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman).

Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan,Rinna Syawal ketika menghadiri pembukaan Lomba Mewarnai Tingkat TK dan SD dengan tema "Sehat Bersama B2SA", Kamis (25/04) mengatakan Lomba ini menjadi upaya untuk sosialisasi pola Pangan yang sehat yaitu pola Pangan beragam, bergizi seimbang dan aman yaitu B2SA 

Disebutkannya, Badan Pangan Nasional selalu berupaya secara intensif unuk sosialisasi dan edukasi kepada seluruh masyarakat, khususnya anak usia dini. "Sudah saatnya kita mengubah konsep makan kita dan anak anak kita dari makan kenyang menjadi makan sehat B2SA yaitu pola keberagaman gizi," sebutnya.

Adapun pola keberagaman gizi tersebut antara lain adanya sumber karbohidrat, sumber Protein, sumber vitamin dan mineral serta keseimbangan antara sumber gizi-gizi tersebut.

"Biasanya kita kalau makan kan kebanyakan karbonya, enggak ada sayur sebagai sumber vitamin dan mineral," ungkapnya.

Sedangkan dalam konsep pola Pangan B2SA itu isi piringku terdiri dari 1/3 piring sumber karbohidrat, 1/3 isi piring diisi dengan sayuran sebagai sumber vitamin dan mineral, jadi sayuran dan karbohidrat jumlahnya sama. 1/6 isi piring diisi dengan lauk pauk sebagai sumber protein dan 1/6 lagi diisi dengan buah-buahan. 

"Jadinya setengah isi piring diisi dengan karbohidrat dan sayuran. Ini penting karena generasi muda sekarang kurang asupan sayuran," tuturnya.

Mengapa sayuran penting ada dalam piring?, Kementerian Kesehatan pernah menyatakan konsumsi sayur sangat penting dalam kehidupan sehari- hari karena berfungsi sebagai zat pengatur, mengandung zat gizi seperti vitamin dan mineral, memiliki kadar air tinggi, sumber serat makanan, antioksidan dan dapat menyeimbangkan kadar asam basa tubuh. "Generasi muda sekarang lebih suka makanan instant yang minim gizi, ini sangat disayangkan," tuturnya.

Dalam Lomba Mewarnai tingkat TK dan SD ini, Bapanas/NFA juga membagikan jus kepada peserta untuk memperkenalkan konsumsi buah dan sayuran.

"Sehingga dengan adanya edukasi sejak dini ini bisa menjadi kebiasaan mereka sehari hari dalam mengonsumsi Pangan sehat dengan menerapkan dalam kehidupan sehari hari, setiap kali makan," jelasnya.

Reporter : Sinar Tani
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018