Kamis, 20 Juni 2024


Panen Jagung di Sumbawa, Presiden Minta Jaga Keseimbangan

02 Mei 2024, 14:10 WIBEditor : Yulianto

Presiden Jokowi panen jagung di Sumbawa | Sumber Foto:Humas TP

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumbawa---Presiden Joko Widodo menilai pentingnya menjaga keseimbangan harga baik ditingkat petani, pedagang maupun peternak. Hal ini disampaikan Presiden saat bersama Menteri Pertanian meninjau panen raya jagung di Kabupaten Sumbawa.

Menurut Jokowi, selama ini harga ditingkat petani seringkali tidak stabil dan cenderung menurun saat memasuki masa panen raya. Sebagai salah satu sentra jagung di NTB, harga jagung di Sumbawa terpantau berada pada kisaran Rp 4.200/kg. 

“Ini memang baru panen besar jagung, baik di Sumbawa, Dompu, waktu itu kita lihat di Gorontalo, semuanya panen, sehingga yang terjadi adalah harga turun karena over supply,” kata Presiden di area jagung Kelompok Tani (Poktan) Kedawan, Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB.

Saat berdialog dengan petani, terungkap harga jagung yang sebelumnya Rp 7.000/kg, sekarang turun menjadi Rp 4.200/kg. Kondisi ini menurut Jokowi memang menguntungkan untuk peternak, tapi sebaliknya kurang baik untuk petani. "Menjaga keseimbangan seperti ini tidak mudah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi meminta agar semua pihak mengambil langkah kobaloratif yang strategis, agar terbentuk harga yang seimbang, termasuk harga dilevel petani. Peningkatan produktivitas melalui penggunaan benih unggul misalnya, menjadi salah satu langkah strategis yang dapat ditempuh petani agar dapat mendapat keuntungan yang lebih layak dan stabil. 

“Yang paling penting menurut saya produktivitasnya harus naik, misalnya disini pakai Benih Tangguh, hasilnya tadi saya tanya 7, 8 ton kalau yang BC juga sama bisa 7, 8, 9 ton, tapi ada juga yang dibawah 5 ton, rata - rata 5 ton, nah dengan harga 4.200 harganya itu tidak nutut," katanya.

Dikesempatan yang sama, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, diperkirakan pada Mei dan April menjadi puncak panen raya jagung disejumlah daerah. Dengan kondisi tersebut, ada potensi harga akan turun, bahkan anjlok di bawah harga acuan pembelian (HAP) jagung yang telah ditetapkan.

Untuk itu, Amran meminta semua pihak untuk bisa mengantisipasi kemungkinan harga anjlok. “Kami minta panen raya ini jangan disia-siakan. Petani kita sudah bekerja keras. Kami persilahkan para produsen pakan ternak untuk segera menyerap. Kami juga meminta Bulog untuk menyerap jagung petani agar harga terjamin, jangan sampai harga anjlok karena kesejahteraan petani taruhannya,” ungkap Amran

Secara umum Kabupaten Sumbawa memiliki luas baku lahan sawah sebesar 262.146,24 ha. Adapun Luas Tanam Jagung 2023 sebesar 96.214 ha, dengan Luas Panen Jagung thn 2023 mencapai 96.226 ha. Sementara Luas panen jagung bulan sampai dengan Mei 2024 di Kabupaten ini seluas 70.130 ha.

Reporter : Humas Tanaman Pangan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018