Kamis, 20 Juni 2024


Stabilkan Harga Jagung, Presiden Dorong Hilirisasi

03 Mei 2024, 07:40 WIBEditor : Yulianto

Presiden Jokowi dan Mentan Amran Sulaiman saat panen jagung di Sumbawa | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumbawa---Panen jagung di Sumbawa, Predisen Joko Widodo, menekankan pentingnya hilirisasi sebagai langkah strategis agar harga jagung ditingkat petani lebih stabil. Hal ini menyusul banyaknya petani yang mengeluh harga jagung anjlok saat panen.

Presiden Jokowi dan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meninjau panen raya jagung di Kabupaten Sumbawa. Disana, Presiden mendapat informasi harga jagung turun hingga menyentuh angka Rp. 4.200/kg.

Jokowi mengungkapkan hilirisasi atau peningkatan nilai tambah melalui pengolahan lebih lanjut, adalah kunci untuk memastikan harga jagung tetap stabil dan menguntungkan bagi petani.

Bukan hanya itu, Presiden juga mendorong agar memperbanyak inisiatif hilirisasi di sektor pertanian. Misalnya dengan mengolah jagung menjadi berbagai produk turunan, tidak hanya memperluas pasar, upaya ini juga dipastikan memberi nilai tambah yang lebih besar untuk petani.

“Inilah yang tadi saya sampaikan dengan Pak Menteri Pertanian, dengan Pak Menteri Perdagangan memang industrinya  itu harus mendekati lahan lahan jagung yang ada, sehingga bisa menjadi pakan ternak, bisa menjadi minyak goreng jagung, ini yang namanya hilirisasi,” ungkap Presiden Jokowi usai panen jagung di Kelurahan Brang Biji, Kecamatan Sumbawa, Kabupaten Sumbawa, Provinsi NTB.

Upaya hilirisasi dengan mendekatkan industri kepada sentra - sentra produksi jagung menurut Presiden Jokowi bisa menjadi solusi untuk menekan biaya transportasi  yang cukup tinggi di Indonesia. 

“Memang ini yang akan terus kita dorong, sehingga harga itu bisa lebih stabil kalau ada industri harga akan lebih stabil , tapi kalau jauh, dari sini harus dibawa ke Jawa ya memang cost-nya memakan banyak ditranspor," kata Presiden. 

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, hilirisasi akan memberi dampak positif bagi kesejahteraan petani. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi fluktuasi harga yang sering menjadi masalah di sektor pertanian, khususnya saat musim panen raya tiba.

“Hilirisasi di bidang pertanian menjadi langkah krusial dalam meningkatkan nilai tambah produk, menekan impor, serta membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan industri terkait” jelas Amran. 

Menurutnya, hilirisasi merupakan langkah strategis yang harus dipercepat, terutama untuk komoditas seperti jagung yang memiliki potensi besar dalam mendukung perekonomian nasional. “Kuncinya semua harus terlibat dan sinergi, kami optimis, jika semua bergerak, ini bisa kita lakukan secara maksimal,” kata Amran.

Reporter : Humas Tanaman Pangan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018