Jumat, 21 Juni 2024


Jaga Stok Beras, Kementan Dorong Gerakan Serap Gabah dan Luas Tambah Tanam di Jawa Tengah

07 Mei 2024, 08:44 WIBEditor : Yulianto

Rakor pangan di Megelang | Sumber Foto:Osi

TABLOIDSINARTANI. COM, MAGELANG---Kementerian Pertanian mendorong upaya penyerapan gabah hasil panen petani. Setelah panen, petani juga diajak mempercepat proses tanam. 

Bertempat di Magelang, Jawa Tengah, Kementerian Pertanian menggelar rapat koordinasi Serap Gabah dan Luas Tambah Tanam, Jumat (3/5). Mengundang Bulog Wilayah Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah beserta 35 Kepala Dinas Pertanian se Jawa Tengah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan produksi padi dan distribusi beras di wilayah Jawa Tengah.

Dengan rapat ini diharapkan bisa meningkatkan koordinasi antara Dinas dan Bulog untuk memastikan panen mencukupi dan langsung diserap oleh Bulog. Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman agar seluruh lini bekerja keras dan bersinergi.

"Kami minta Bulog jangan biarkan petani rugi. Bulog harus menyerap tanpa batas. Artinya gabah yang ada harus diserap sebanyak - banyaknya. Kami juga sudah koordinasi dengan BUMN agar bekerja secara cepat," tegas Mentan Amran.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan Suwandi, mengatakan bahwa masing - masing wilayah untuk menyiapkan lahan tanam. "Tolong gerakkan semua kabupaten dan kota, sisir lagi potensi yang ada untuk bisa ditanami," ucap Suwandi.

Ia menjelaskan jarak panen ke tanam memerlukan waktu tidak lebih dari 14 hari. “Jangan lebih dari satu bulan, dengan cara menyiapkan sarana pendukung mekanisasi serta menyiapkan persemaian. Sehingga target yang sudah ditetapkan akan tercapai keseluruhan," paparnya.

Hal ini pun disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi dalam berbagai kesempatan. Ia mendorong penyuluh dan petani untuk mempercepat masa tanam, agar lahan tidak mengganggur terlalu lama. Diharapkan nantinya hasil panen lebih maksimal. 

“Kemudian ketika selesai panen segera lakukan percepatan pertanaman dengan melakukan pengolahan tanah dan segera menanam kembali,” ajak Dedi.

Hadir pada rapat koordinasi, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), Bambang Sudarmanto mendukung program ini dengan melakukan pendampingan di Provinsi Jawa Tengah dan Yogyakarta.

“Secara intensif, Polbangtan YOMA melakukan pendampingan perluasan area tanam. Khusus di Provinsi Jawa Tengah, kami mendampingi Kabupaten Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, dan Karanganyar," papar Bambang.

Dalam kesempatan Perwakilan Bulog, Sri Rejeki menambahkan, pentingnya komunikasi antara petani dan Bulog yang dapat dijembatani oleh Dinas Pertanian. Apabila ada harga gabah di petani masih di bawah Harga Pokok Penjualan (HPP), Dinas Pertanian wilayah dapat berkomunikasi dengan Bulog.

“Kami berharap bahwa bapak dan ibu dari Dinas Pertanian bisa berkoordinasi dengan kantor cabang kami secara langsung agar informasi tersampaikan.” ujar Sri Rejeki.

Reporter : Osi W
Sumber : Polbangtan Yogyakarta-Megelang
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018