Jumat, 21 Juni 2024


Kota Bogor Targetkan Zero Stunting 2029

18 Mei 2024, 12:58 WIBEditor : Gesha

PJ Walikota Bogor Dr. Hery Antasari bersama Bima Arya | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor -- Sebagai daerah penyangga Ibukota, stunting juga menjadi permasalahan penting di Kota Bogor. Meskipun begitu, Kota Bogor optimis zero stunting di tahun 2029, atau lima tahun mendatang.

PJ Walikota Bogor Dr. Hery Antasari yang ditemui setelah membuka Festival Ayam dan Telur 2024 di Kota Bogor, Sabtu (18/05) mengatakan target pemerintah pusat adalah zero stunting di seluruh Indonesia. 

Kota Bogor, menurut Heri di tahun 2024 ini harus bisa menurunkan angka stunting kembali. Tahun 2023 lalu Kota Bogor berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana berhasil menurunkan 514 kasus stunting dari total 2.363 kasus. Dan ditahun 2024 prevalansi stunting di Kota Bogor ditargetkan turun diangka 14 persen.

"Mudah-mudahan 5 tahun, 4 tahun mendatang sudah bisa zero stunting. Ini yang akan saya titipkan ke Walikota Bogor selanjutnya. Program stunting harus menjadi program prioritas Kota Bogor," tuturnya 

Terkait dengan Festival Ayam dan Telur sebagai upaya penurunan stunting di Kota Bogor, Hery mengaku akan menggiatkan kegiatan serupa di seluruh kecamatan di Bogor.

"Saya akan berkeliling terus dan mendorong seluruh stakeholder untuk bersama-sama menurunkan angka stunting di Kota Bogor. Kolaborasi dengan berbagai pihak juga diharapkan," ungkapnya. 

Dirinya berharap perusahaan-perusahaan Pangan dengan target pasar di Kota Bogor untuk menyalurkan CSRnya guna pengentasan stunting. "Camat dan Dinas terkait harus aktif berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan," tuturnya.

Menurutnya, stunting menjadi isu penting di seluruh wilayah Indonesia karena berkaitan dengan investasi SDM Indonesia di masa depan. "Akan terasanya nanti (dampak stunting ini), 10-20 tahun lagi, tidak ada lompatan dari sisi Kualitas SDM. Karenanya, Kota Bogor sangat komitmen untuk pengentasan stunting," tegasnya. 

Program Kolaborasi

Sementara itu, Camat Bogor Barat, Dudi Fitri Susandi, mengatakan bahwa berbagai upaya dilakukan untuk menurunkan angka stunting di Kota Bogor.

Dari 16 kelurahan dengan total 253 ribu jiwa, pada tahun 2023 terdapat hampir 700 balita yang mengalami stunting di Bogor Barat. Kerja sama dengan kepala puskesmas dilakukan untuk menurunkan angka stunting di wilayah tersebut.

Salah satu program yang diinisiasi untuk penurunan stunting adalah Camat Dudi adalah Gorosting yang berkolaborasi dengan 39 pemangku kepentingan, termasuk IPB University dan beberapa perusahaan.

"Program ini mendampingi 5 kelurahan di sekitar IPB dan 19 kelurahan lainnya di sekitar Bogor Barat," ungkapnya.

Dudi juga membangun kegiatan Serbu Harapan, program inovasi yang hanya ada di Kecamatan Bogor Barat.

Implementasi program stunting tersebut kini diwujudkan melalui kolaborasi dengan PT Unilever Infonesia Tbk lewat kegiatan Royco Nutrimenu Serbu Harapan.

Dalam program itu dicetak 100 kader yang ada di 10 kelurahan di Kecamatan Bogor Barat untuk mendampingi 1000 balita selama 21 hari, dan dilakukan penilaian kader yang aktif dan terbaik.

"Selama 6 bulan terakhir, telah dilakukan pelatihan untuk 100 kader, di mana setiap kader bertanggung jawab atas 10 balita," jelasnya. 

Khusus untuk di Kelurahan Curug, Dudi mengapresiasi upaya Lurah Curug Bogor Barat, Wiwiek Rejat Siwi dengan program Rante, Rabu Makan Tempe bekerjasama dengan PT. Azaki Indonesia. 

Hasil akhirnya tahun 2023, di Bogor Barat, stunting menurun menjadi 520 Balita. Dan upaya penurunan stunting terus dilakukan oleh Bogor Barat, salah satunya melalui kolaborasi bersama BSIP Padi dengan menanam Padi Nutri Zinc, yang memiliki kandungan zinc tinggi. "Awal Juli nanti sudah bisa panen dan dikonsumsi warga yang terdampak stunting," jelasnya 

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018