Jumat, 14 Juni 2024


Produksi Pangan Banten Masuk Peringkat Delapan Nasional

21 Mei 2024, 08:50 WIB

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid | Sumber Foto:Istimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Banten -- Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus M. Tauchid mngungkapkan, produksi pangan di daerah tersebut menempati peringkat delapan di Indonesia. Faktor kunci keberhasilannya adalah ketersediaan air yang terjamin sepanjang musim.

"Kami terus mendorong peningkatan produksi dan produktivitas pangan melalui gerakan percepatan tanam, sesuai arahan dari Kementerian Pertanian (Kementan)," ujarnya saat melakukan peninjauan pompanisasi di Kelompok Tani Sukabungah di Kabupaten Lebak, Senin (20/05).

Menurutnya, Provinsi Banten berada di peringkat delapan dalam produksi pangan, setelah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, Medan, dan Lampung.

Di Pulau Jawa, Provinsi Banten bahkan masuk dalam empat besar dalam produksi pangan.

Petani di Banten tidak hanya mengandalkan sarana irigasi dan bendungan karena tidak semua area terjangkau. Oleh karena itu, kebijakan Kementan dalam hal pompanisasi sangat memacu peningkatan produksi pangan.

Saat ini, menurutnya, Kelompok Tani Sukabungah di Kabupaten Lebak dapat mengoptimalkan irigasi, dan pompanisasi dapat mengaliri 150 hektare.

"Dengan upaya ini, kami terus mempertahankan Banten di peringkat delapan besar dalam produksi pangan dan memastikan pasokan bagi warga Jakarta," katanya.

Menurutnya, petani di berbagai daerah di Provinsi Banten bersatu dalam upaya penyediaan pasokan air.

Percepatan dalam gerakan menanam sangat tergantung pada ketersediaan air, karena tanpa air, kehidupan tidak akan terjamin.

Oleh karena itu, petani di Kelompok Tani Sukabungah, Kabupaten Lebak, memiliki akses ke sumber air permukaan Sungai Ciujung yang selalu tersedia.

Sumber air ini menjadi kunci untuk mendukung percepatan penanaman dan meningkatkan produksi pangan.

Selain itu, petani di sana juga memiliki banyak persediaan air melalui sistem pompanisasi.

"Hingga saat ini, produksi pangan seperti beras dari daerah ini telah menyumbang sekitar 4 persen dari kebutuhan masyarakat di Ibu Kota Jakarta," ungkapnya.

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018