Jumat, 14 Juni 2024


Kementan Respon Cepat Kasus Banjir di Kota Wali

21 Mei 2024, 11:04 WIBEditor : Yulianto

Banjir kerap terjadi di Demak, salah satu sentra padi di Jawa Tengah | Sumber Foto:Humas Tanaman Pangan

TABLOIDSINARTANI.COM, Demak—Demak menjadi salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang sering terdampak banjir.  Selain faktor iklim seperti tingginya curah hujan,  dampak pembangunan jalan tol juga menjadi pemicu tak maksimalnya penyerapan air hujan. Berbagai langkah pun dilakukan untuk mengurangi dampak banjir yang menerpa kota wali tersebut.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi mengatakan, Kementan akan selalu siap membantu petani dalam menangani gangguan dampak perubahan iklim (DPI) di lahan pertanian. Bahkan seluruh stakeholder pertanian siap untuk mengamankan produksi tanaman pangan dari gangguan DPI tersebut.

Gerakan penanganan DPI menjadi bukti konkret komitmen Kementan menjaga produksi tanaman pangan. “Resiliensi mesti diciptakan untuk menghadapi DPI yang berdampak besar terhadap sektor pertanian,” ujarnya.

Hal ini sejalan dengan instruksi Menteri Pertanian, Amran Sulaiman yang menekankan pentingnya kesiapsiagaan sektor pertanian dalam menghadapi kuatnya perubahan iklim global. Perubahan yang bukan hanya teori ataupun topik perdebatan para ilmuwan semata, sekarang ini perubahan sudah dirasakan hampir di semua sektor. Utamanya di sektor pertanian, yang diperkirakan akan terdampak sangat besar akibat Perubahan Iklim.

Dihubungi secara terpisah, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan, Rachmat, mengatakan Kementan terus mengupdate data laporan banjir di lapangan. Diharapkan laporan ini bisa menjadi bahan untuk mengambil keputusan yang tepat dan cepat. “Puso akibat banjir di Jawa Tengah pada periode Musim Kemaru tahun ini masih lebih rendah dibandingkan Musim Kemarau tahun lalu,” katanya.

Rachmat mengatakan, pihaknya telah melakukan beberapa langkah antisipasi dampak iklim ekstrim. Diantaranya pemetaan (mapping) wilayah rawan banjir, pemantauan rutin informasi BMKG sebagai Early Warning System, normalisasi saluran irigasi, pompanisasi dan mendaftarkan Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Selain itu Rachmat menambahkan pihaknya akan melakukan langkah penanganan pasca banjir di wilayah terdampak untuk optimalisasi pemulihan “Kami telah mengalokasikan kegiatan Gerakan Penanganan DPI untuk Provinsi Jawa Tengah sekaligus pengusulan bantuan benih bagi yang puso ke Direktorat Perbenihan,” katanya.

Sepeti diketahui penanganan banjir di areal persawahan menjadi tantangan sendiri bagi pelaku pertanian. Seperti di Dempak, selain karena curah hujan yang tinggi, lokasinya berada di hilir, topologi tanah cekungan, meluapnya air rob. Namun juga adanya dampak samping dari pembangunan jalan tol.

Salah satu kecamatan yang terdampak adalah Kecamatan Sayung. Dampaknya sebagian besar lahan pertanian berpeluang tanam mundur akibat banjir rob. Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018