Jumat, 14 Juni 2024


Kementan Ajak Petani Pandeglang Percepat Tanam

23 Mei 2024, 19:41 WIBEditor : Yulianto

Dirjen Tanaman Pangan, Suwandi saat berkunjung ke Desa Teluk Lada, Kecamatan Sobang, Pandeglang | Sumber Foto:Humas TP

TABLOIDSINARTANI.COM, Pandeglang---Kementerian Pertanian mengajak petani untuk mempercepat pertanaman untuk mendukung peningkatan produksi padi nasional. Salah satu triknya, menjelang panen, petani bisa melakukan persemaian. Dengan demikian, setelah panen, petani bisa langsung olah tanah dan kemudian tanam kembali.

Demikian pesan Dirjen Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian, Suwandi saat kunjungan kerja ke Desa Teluk Lada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandengan, Banten, beberapa waktu lalu. Saat ini di desa tersebut terdapat hamparan seluas 700 hektar (ha) yang sebagian sedang olah tanah dan persemaian. ”Saya minta pemerintah daerah mendorong petani untuk mempercepat tanam yang dimulai dari mempersiapkan persemaian menjelang panen,” kata Suwandi.

Untuk percepatan tanam tersebut, Suwandi meminta penyuluh pertanian yang didukung Babinsa membantu petani dalam menyiapkan ketersediaan air, alat mesin pertanian dan dukungan benih padi super genjah. Dengan percepatan tanam diharapkan indeks pertanaman padi akan naik. Jika sebelumnya hanya dua kali (IP 200) menjadi tiga kali tanam (IP 300) dalam setahun.

Untuk itu, Suwandi mengingatkan petani, sebelum panen untuk mempersiapkan persemaian, sehingga setelah 14-15 hari panen sudah bisa tanam lagi. ”Saya minta nanti jarak antara panen ke tanam lagi maksimal 15 hari. Sebelumnya kan sampai 1 bulan. Jadi kalau bisa hanya 15 hari. Bagaimana olah tanam dan persemaian, saya minta agar penyuluh mengajari didampingi Babinsa,” tuturnya.

Seperti diketahui, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan mendorong petani untuk percepatan tanam guna mendukung peningkatan produksi pangan. Dengan percepatan tanam, indeks pertanaman akan naik. Apalagi Kementerian Pertanian juga kini memberikan bantuan pompanisasi yang ditujukan untuk lahan persawahan tadah hujan.

Pengendalian OPT

Pada kesempatan kunjungan kerja tersebut, Suwandi juga mengatakan, hal lain yang harus mendapat perhatian adalah pengendalian hama penyakit padi. Misalnya, untuk mengendalikan hama tikus, ia menyarankan, agar saat olah tanah petani memperhatikan apakah di lahan ada lubang tikus. Jika ada, maka artinya di lubang itu akan ada sepasang tikus.

“Kalau ada lubang tikus, segera kendalikan. Karena akan lebih baik mengendalikan hama, khususnya tikus saat petani masih olah tanah dari pada sudah mulai pertanaman,” ujarnya. Untuk di Desa Teluk Lada, Suwandi melihat pengolahan tanah sudah cukup baik dan tidak ada lubang tikus.

Sementara itu untuk hama keong mas dan wereng, Suwandi juga menyarankan jangan menggunakan pestisida. Hama keong mas menurutnya, bisa dikendalikan secara mekanis atau biologis. Seperti informasi penyuluh pertanian, keong mas bisa dikendalikan dengan memukulkan hama tersebut menggunakan daun singkong atau daun talas.

Begitu juga hama wereng, Suwandi meminta pertani mengendalikan dengan cendawan agensia hayati dengan isolat Metarizum dan Beberia. Untuk itu, penyuluh agar mengajarkan dan membimbing petani membuat agensia hayati. “Kalau bisa kita buat sendiri (pengendali hama,red), buat apa harus beli,” tegasnya.

Untuk ketersediaan pupuk, Suwandi menegaskan, pemerintah telah menambah alokasi pupuk untuk petani dua kali lipat. Bahkan cara menembusnya pun bisa menggunakan KTP. Karena itu, petani tidak perlu khawatir lagi terhadap ketersediaan sarana produksi tersebut. “Pupuk sudah cukup, karena sudah ditambah dua kali lipat,” ujarnya.

Data Dinas Pertanian Pandeglang, dari luas lahan baku sawah 54 ribu ha, hingga Mei sudah ada pertanaman seluas 15 ribu ha. Pada Juni mendatang diharapkan akan ada tambahan luas tanam sekotar 10 ribu ha. Padeglang merupakan salah satu kabupaten yang menjadi andalan pemasok produksi beras untuk Provinsi Banten dan juga Nasional.

Untuk mendorong peningkatan produksi padi, Kementerian Pertanian telah memberikan bantuan benih untuk luas pertanaman 26 ribu ha. Saat ini sudah terealisasi sebanyak 10 ribu ha. Sedangkan khusus Kecamatan Sobang selyas 1.700 ha. Bantuan lainnya dalah pompa air.

Sementara itu Kepala Desa Teluk Lada, Sudrajat memberikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian yang telah mendukung masyarakat Teluk Lada. “Kami sudah sampaikan untuk percepatan tanam, kami memang kekurangan baik alat olah tanam, berupa traktor dan alat panen, combine harvester. Kalau untuk pupuk, sekarang sudah aman,” katanya.

Reporter : Humas Ditjen Tanaman Pangan
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018