Senin, 15 Juli 2024


Jaga Harga Jagung, Mentan: Jangan Dzalimi Petani

30 Mei 2024, 10:23 WIBEditor : Yulianto

Mentan Andi Amran Sulaiman saat melepas ekspor jagung dari Gorontalo ke Filipina | Sumber Foto:Humas Kementan

TABLOIDSINARTANI.COM, Gorontalo---Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta harga jagung di tingkat petani dapat terjaga dengan baik. Dia ingin, kesejahteraan petani meningkat melalui produksi yang terus dilakukan. Karena itu, Mentan meminta Perum Bulog agar segera melakukan penyerapan dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di atas Rp 5 ribu.

"Kami sudah minta Bulog agar menyerap dengan HPP di atas Rp 5 ribu/kg. Jadi tolong Bulog segera bergerak," ujar Mentan saat melepas ekspor perdana komoditas jagung ke Filipina di Provinsi Gorontalo, Rabu, (29/5).

Mentan berharap, baik para pengusaha maupun pemerintah daerah tetap melakukan pendampingan terhadap petani jagung yang saat ini tengah panen raya. Dengan demikian, harga jagung di tingkat mereka tidak jatuh ke titik yang memprihatinkan.

"Tolong jangan biarkan petani jalan sendirian. Harga Rp 3.800 itu dibawa HPP. HPP kita adalah Rp 5 ribu. Artinya kita jangan menzalimi petani kita. Kita sendiri sengaja ingin mendzolimi dan membiarkan pangan kita impor. Itu secara tidak langsung dzolim terhadap petani," katanya.

Mengenai hal ini, Mentan berterimakasih kepada para pengusaha yang terus melakukan pembelian jagung untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Ia berharap, pengusaha lain juga melakukan hal serupa di seluruh Indonesia. "Terima kasih kepada para pengusaha yang telah mewakili pemerintah, mengharumkan nama Indonesia di mata dunia melalui ekspor," katanya.

Sebelumnya Mentan melepas ekspor perdana komoditas jagung sebesar 50.000 ton menuju Filipina. Selain itu, Mentan juga mengirim jagung untuk pasar domestik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini merupakan rangkaian kerja pemerintah dalam meningkatkan volume ekspor dan juga meningkatkan produktivitas jagung di Gorontalo.

"Ini luar biasa karena 5 bulan lalu kita impor 250 ribu ton, tetapi hari ini kita mengekspor ke Filipina 50.000 ton. Ini adalah kebangkitan kita di sektor pangan, khususnya jagung, bahkan mereka telah mengirim ke beberapa daerah sebanyak 264 ribu ton," katanya.

Mentan menargetkan Provinsi Gorontalo menjadi percontohan keberhasilan daerah dalam meningkatkan produksi secara cepat. Ia menargetkan tahun depan Gorontalo mampu mencapai produksi di atas 2 juta ton dari produksi saat ini yang hanya 1,5 juta ton.

Karena itu kata Amran, pemerintah memberikan bantuan benih 100 ribu ha untuk Provinsi Gorontalo. Diharapkan tahun depan Gorontalo mencapai target di atas 2 juta ton.

"Aku yakin pasti bisa karena orang gorontalo sangat hebat. Saya juga mengapresiasi gorontalo yang telah membuka wajah kita di mata internasional dari impor ke ekspor," jelasnya.

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018