Kamis, 18 Juli 2024


Dihadiri TP PKK, Cooking Class B2SA Berikan Edukasi Konsumsi Sagu

10 Jul 2024, 14:19 WIBEditor : Herman

Cooking Class B2SA Sosialisasi Pemanfaatan Sagu | Sumber Foto:Ustimewa

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Berbagai langkah dilakukan Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) untuk mengubah pola konsumsi pangan masyarakat menjadi lebih beragam dan tidak bergantung hanya pada satu jenis pangan.  Salah satunya bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) NFA menggencarkan edukasi manfaat sagu sebagai salah satu alternatif pangan pokok.  

Dalam kegiatan tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) NFA mengundang 50 ibu-ibu yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK di 4 kecamatan di Jakarta Selatan ini

TP PKK dipilih karena merupakan organisasi yang memiliki jangkauan hingga ke tingkat rumah tangga. Diharapkan dapat membantu menjadi agen perubahan dalam mempromosikan pola makan yang lebih bervariasi dan bergizi seimbang. Sehingga demikian, pesan dan informasi yang disampaikan dapat tersebar luas hingga ke unit paling kecil dari masyarakat, yakni keluarga.

 “Sagu yang dikenal memiliki kandungan baik untuk mencukupi kebutuhan gizi sehari-hari, kita harapkan dapat menjadi alternatif sumber pangan pokok yang sehat bagi masyarakat. Inisiatif ini sejalan dengan upaya NFA sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam mengaktualisasikan diversifikasi pangan dan ketahanan pangan nasional.” Jelas Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA, Andriko Noto Susanto dalam kegiatan Cooking Class pada Selasa (9/7) di Kantor NFA, Jakarta.

 Sementara itu Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan NFA, Rinna Syawal mengatakan bahwa  tujuan akhirnya ialah menciptakan masyarakat yang lebih sehat, aktif dan produktif serta beragam dalam hal konsumsi pangan, sehingga ketergantungan pada satu komoditas dapat dikurangi.

Dengan melibatkan berbagai pihak seperti TP PKK, diharapkan upaya ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat kita.” papanya.

Kepala NFA, Arief Prasetyo Adi ditemui secara terpisah pun mendukung berbagai upaya untuk mendorong  diversifikasi pangan. “Kita harus melihat keanekaragaman sumber daya alam yang kita miliki sebagai potensi besar untuk memperkuat ketahanan pangan nasional. Beras memang penting, tapi ada banyak sumber karbohidrat lainnya seperti sagu, jagung, singkong, yang juga memiliki nilai gizi yang tidak kalah tinggi.” ujar Arief.

Lebih lanjut disampaikan Arief, dengan mengonsumsi jenis sumber pangan yang lebih beragam, kita sekaligus medorong pemanfaatan kekayaan lokal. Ini langkah strategis yang harus kita ambil bersama untuk masa depan pangan yang lebih berkelanjutan dan resilien.

Sesuai amanat dari Bapak Presiden Joko Widodo, untuk berdikari di bidang pangan berbasiskan keunggulan daerah masing-masing sesuai karakteristik dan tradisi masyarakatnya.” sambung Arief.

Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indonesia menjadi negara dengan konsumsi beras global terbesar keempat di dunia, yang konsumsinya mencapai 35,3 juta metrik ton sepanjang tahun 2023 lalu. Berdasarkan Susenas pada September 2022 ditemukan 98,35% rumah tangga di Indonesia mengonsumsi beras, dengan rata-rata konsumsi beras per kapita mencapai 6,6 kg per bulan di tahun 2023.

Sedangkan di sisi lain, diketahui bahwa potensi sagu di Indonesia sangat besar dengan luas lahan diperkirakan mencapai 5,5 juta hektar. Namun pemanfaatannya masih belum optimal dan harus didorong secara bersama.

Dalam kesempatan yang sama, Santi Ambarwati, salah satu Pengurus Dharma Wanita Persatuan NFA berharap kegiatan serupa terus digalakan sehingga dapat mempengaruhi pola konsumsi pangan masyarakat secara signifikan.

"Semoga setelah terselenggaranya kegiatan hari ini dapat menginspirasi para peserta untuk berbagi ilmu kepada ibu-ibu lain di lingkungannya dan ikut mengimplementasikan resep-resep yang telah dipelajari tadi di rumah masing-masing.” tandasnya.

Adapun pada Cooking Class tersebut, para peserta diajarkan untuk mengolah sagu menjadi menu makanan sehari-hari yang mudah disajikan seperti Nasi Goreng dan Bubur Manado. Diantara 4 Tim Penggerak PKK yang mengikuti kegiatan Cooking Class berasal dari Kecamatan Kramat Jati, Kecamatan Pasar Rebo, Kecamatan Ciracas, dan Kecamatan Duren Sawit.

Reporter : Echa
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018