Jumat, 12 Desember 2025


Mulai Maret MBG Dikebut, Pasokan Pangan Dipastikan Aman

05 Mar 2025, 09:20 WIBEditor : Herman

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta – Program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG), siap dikebut mulai Maret ini. Pemerintah memastikan kecukupan pasokan pangan utama, dengan mengutamakan produksi dalam negeri guna mendukung kelancaran program yang ditargetkan menyentuh 82,9 juta penerima manfaat.

Kepala Badan Pangan Nasional (NFA), Arief Prasetyo Adi, menegaskan bahwa MBG akan menjadi solusi untuk menyerap hasil panen petani lokal. “Pak Menko Pangan menekankan bahwa MBG harus berjalan cepat mulai Maret ini. Dengan target puluhan juta penerima, kita bisa butuh hingga 4 juta ton beras. Tapi produksi dalam negeri juga besar, sampai April bisa mencapai hampir 14 juta ton,” ujar Arief usai Rakortas di Kementerian Koordinator Bidang Pangan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras dalam negeri pada periode Januari-April 2025 diprediksi mencapai 13,95 juta ton. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, mengungguli periode yang sama pada 2019 hingga 2024.

Sebagai perbandingan, produksi beras Januari-April 2024 hanya 11,07 juta ton, sementara 2023 di angka 12,98 juta ton.

Dengan meningkatnya produksi, tantangan terbesar adalah memastikan kualitas gabah tetap terjaga. “Musim hujan menyebabkan kadar air pada gabah bisa mencapai 30 persen, jadi kita harus cepat mengeringkannya hingga 14 persen. Perlu banyak dryer agar kualitasnya tidak turun,” jelas Arief.

Pemerintah juga memperhitungkan lonjakan konsumsi beras pada Maret yang bertepatan dengan Ramadan. Berdasarkan proyeksi NFA, kebutuhan beras diperkirakan naik 15,47 persen menjadi 2,738 juta ton, dibanding Februari 2025 yang berada di angka 2,371 juta ton.

Untuk mengantisipasi ini, pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan pasokan.

Selain beras, NFA juga menyoroti harga daging ruminansia yang sempat turun akibat wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Arief menyebut harga daging yang sebelumnya di bawah batas normal kini mulai pulih. “Harga ideal daging itu sekitar Rp120-130 ribu per kg, batas atasnya Rp140 ribu. Kemarin sempat turun, tapi sekarang mulai naik lagi, ini kabar baik bagi peternak,” ungkapnya.

Pemerintah juga memastikan cadangan pangan dalam bentuk daging cukup aman. Hingga akhir Februari, stok daging kerbau mencapai 39 ribu ton, sementara daging sapi berada di angka 4 ribu ton. Pemerintah melalui BUMN pangan telah mulai mendistribusikan daging kerbau dengan harga terjangkau kepada masyarakat.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menegaskan bahwa program MBG akan segera dijalankan dengan anggaran besar. “Diperkirakan mulai Maret, anggaran bisa mencapai Rp1-2 triliun per bulan. Oleh karena itu, rantai pasok harus disiapkan dengan baik karena skalanya sangat besar,” kata Zulhas.

Ia menambahkan, jika program ini berjalan sesuai rencana hingga akhir tahun, kebutuhan beras bisa mencapai 4 juta ton. “Mudah-mudahan MBG bisa segera berjalan lancar dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkasnya.

 

Dengan kesiapan pemerintah dalam menjaga pasokan pangan, program MBG diharapkan menjadi tonggak baru dalam memastikan akses makanan bergizi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Reporter : Echa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018