
Gelakan Selamatkan Pangan di Kota Bogor
TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Masalah Susut dan Sisa Pangan (SSP) atau yang lebih dikenal dengan Food Loss and Waste (FLW) semakin menjadi perhatian di Indonesia. Selain berdampak pada ekonomi, isu ini juga mempengaruhi aspek gizi dan lingkungan.
Sebagai bentuk komitmen dalam menekan pemborosan pangan, Badan Pangan Nasional (NFA) terus menggencarkan Gerakan Selamatkan Pangan (GSP). Program ini telah diinisiasi sejak 2022 dengan melibatkan berbagai unsur pentahelix, yaitu akademisi, bisnis, masyarakat, pemerintah, dan media massa.
Direktur Kewaspadaan Pangan NFA, Nita Yulianis, menegaskan bahwa NFA memiliki dua pendekatan utama dalam penyelamatan pangan. “Kami mencegah pemborosan pangan melalui kebijakan, sosialisasi, promosi, dan advokasi. Selain itu, kami juga memfasilitasi aksi penyelamatan pangan dengan berkolaborasi bersama mitra donatur serta bank pangan,” jelasnya dalam keterangannya, Senin (17/3).
Pada kesempatan tersebut, NFA turut berkontribusi dalam Balkot Ramadan Fest di Kota Bogor dengan menghadirkan Food Truck Stop Boros Pangan. Melalui kegiatan ini, NFA mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menyelamatkan pangan dan mendorong kebiasaan donasi pangan.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar dan aktif dalam mengurangi pangan berlebih. Perubahan ini harus dimulai dari diri sendiri,” tambah Nita.
Lebih lanjut, Nita menyampaikan bahwa NFA terus mendorong pemerintah daerah untuk menggencarkan Gerakan Selamatkan Pangan. Sejak 2023, sebanyak 14 provinsi dan 16 kabupaten/kota telah menerbitkan instruksi atau surat edaran terkait upaya pengurangan SSP.
Kota Bogor menjadi salah satu daerah yang menunjukkan komitmennya dalam gerakan ini dengan menyusun Surat Edaran Wali Kota tentang penyelamatan pangan.
Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, dalam pernyataan terpisah menegaskan bahwa penanganan pangan berlebih adalah langkah nyata yang bisa dilakukan oleh seluruh elemen masyarakat.
“Dukungan terhadap Gerakan Selamatkan Pangan bukan hanya soal menghemat sumber daya, tetapi juga bagian dari membangun ketahanan pangan nasional yang lebih kuat,” ungkapnya.
Apresiasi terhadap gerakan ini juga datang dari Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang secara langsung mengunjungi Food Truck Stop Boros Pangan. “Saya sangat mendukung gerakan ini. Masyarakat harus lebih bijak dalam berbelanja dan mengonsumsi pangan agar tidak ada pemborosan,” ujarnya.
Gerakan Selamatkan Pangan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Tidak hanya berfokus pada ketersediaan pangan, gerakan ini juga menekankan pentingnya pengelolaan pangan yang lebih efisien dan merata.
Dengan sinergi dari berbagai pihak, diharapkan Indonesia dapat mengurangi tingkat susut dan sisa pangan serta menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.