
Maporina Jateng Dukung Program MBG
TABLOIDSINARTANI.COM, Semarang --- Ketua Dewan Pengawas Masyarakat Petani dan Pertanian Organik Indonesia (Maporina) Jawa Tengah, Prof. Dr. Ir. Sri Puryono Karto Soedarmo, MP, mengapresiasi keterlibatan Maporina Jateng dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, program ini memberikan peluang besar bagi petani binaan Maporina untuk memasarkan produk organik mereka langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG.
“Dengan program ini, petani dapat menjual beras, sayuran, buah-buahan, susu, dan telur organik secara langsung. Ini menguntungkan semua pihak, baik petani maupun pengelola SPPG yang mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga bersaing,” ujar Sri Puryono, yang juga Guru Besar Universitas Diponegoro (Undip) Semarang.
Dampak Positif Ganda
Lebih lanjut, Sri Puryono menegaskan bahwa Program MBG berdampak ganda. Anak-anak penerima manfaat mendapatkan makanan sehat bebas bahan berbahaya, sementara petani organik memiliki pasar yang stabil.
“Ke depan, kami berharap program ini dapat disempurnakan menjadi MBGS, yaitu Makan Bergizi Gratis dan Sehat,” tambahnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat terbatas Dewan Pengurus Maporina Jateng di Tarubudaya, Ungaran, yang dipimpin oleh Ketua Maporina Jateng, Aris Budiyono.
Rapat yang berlangsung di tengah bulan Ramadan ini tetap penuh semangat, dihadiri oleh para wakil ketua dan pengurus harian lainnya.
Dalam rapat ini, Maporina Jateng juga sepakat untuk kembali mendorong pembentukan pengurus cabang kabupaten dan kota yang sempat tertunda akibat Pilkada.
Selain itu, Program Demfarm padi organik yang sukses di tiga lokasi pada 2024 akan dilanjutkan dengan menggandeng produsen pupuk organik.
Beberapa produsen yang telah menyatakan siap bekerja sama antara lain CV. BAS dari Banyumas dengan pupuk organik “Nutrizim”, PT. SM dari Kabupaten Semarang dengan produk “Herbafarm” dan “Bio Farm”, serta PT. CBI dari Klaten yang memproduksi pupuk dan pembenah tanah “Flora One”.
Anggota Dewan Pengawas, Ir. Djoko Sutrisno, M.Si, mengingatkan pentingnya konsolidasi organisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti Zoom agar lebih efisien dan hemat biaya.
Selain itu, dalam rapat tersebut, Ir. Wibawa Handaka, Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, memperkenalkan Isnen, seorang pakar pengelolaan sampah dari Batang.
Isnen memaparkan teknologi baru pengolahan sampah yang menghasilkan pupuk organik dan produk olahan plastik.
Tawaran ini langsung ditindaklanjuti oleh pengurus untuk dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.
Dengan inovasi ini, diharapkan masalah sampah dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang menguntungkan.