
Bazar Ramadan Berkah Melimpah Jawa Tengah
TABLOIDSINARTANI.COM, Ungaran - Ratusan warga sekitar kompleks perkantoran Tarubudaya, Ungaran, tersenyum bahagia saat menerima bantuan beras gratis dalam gelaran "Bazar Ramadan Berkah Melimpah" Jumat (21/03). Sebanyak 450 paket beras, masing-masing seberat 10 kg, disiapkan panitia untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Jawa Tengah dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Peternakan (Disnak), Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan), Bank Indonesia, Bank Jateng, Bank BRI, dan Bulog. Selain memberikan bantuan beras, puluhan UMKM binaan turut serta dalam bazar ini untuk menjual produk mereka.
Kepala Distanbun Jawa Tengah, Supriyanto, SP, MP, mengungkapkan bahwa meskipun ada kebijakan efisiensi dari pimpinan, semangat berbagi tetap tinggi. Dalam laporannya di hadapan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno, ia menyatakan bahwa para stakeholder tetap berkomitmen untuk berbagi.
Ia juga melaporkan bahwa bazar ini diikuti 67 peserta, termasuk UMKM dan kelompok petani binaan dari berbagai instansi terkait. Tak hanya beras gratis, acara ini juga menghadirkan santunan bagi 137 tenaga outsourcing dengan masing-masing menerima Rp500.000, serta 129 tenaga teknis dengan bantuan Rp250.000 per orang. Selain itu, Bulog dan staf Distanbun Jawa Tengah turut berkontribusi dengan menyumbangkan total 4,5 ton beras.
Sekda Jateng, Sumarno, menyambut baik kegiatan ini dan menilai bahwa bazar semacam ini bisa membantu menjaga ketahanan pangan dan stabilitas harga menjelang Idulfitri.
Ia menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan cara yang tepat untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus menstabilkan harga di pasaran.
Selain itu, ia juga menekankan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif bagi UMKM dengan membantu mereka memasarkan produk dan memanfaatkan momentum Ramadan.
Hiruk pikuk bazar ini dinilai sangat baik untuk perputaran ekonomi. Terlebih saat nanti arus mudik meningkat, UMKM harus siap menghadapi lonjakan permintaan. Dalam bazar ini, berbagai komoditas pertanian dan peternakan dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan pasar.
Beberapa di antaranya adalah beras organik mentik 5 kg yang dijual Rp100.000 dari harga pasar Rp105.000, beras IR super 5 kg Rp70.000 dari harga pasar Rp72.000, serta beras pandan wangi 5 kg Rp90.000 dari harga pasar Rp95.000. Cabai rawit setan dijual Rp75.000/kg, lebih murah dari harga pasar yang mencapai Rp90.000/kg.
Komoditas lainnya seperti jambu kristal Rp15.000/kg, jeruk santang Rp18.000/pak, dan anggur Rp15.000/pak juga tersedia dengan harga terjangkau. Untuk produk peternakan, telur ayam dijual seharga Rp20.000/kg, lebih murah dibanding harga pasar yang berkisar Rp23.000-25.000, sedangkan daging ayam potong dijual Rp150.000/kg.
Dani Harun, Kabid Penyuluhan, Pasca Panen, dan Bina Usaha Distanbun Jateng, mengungkapkan bahwa harga lebih murah karena langsung didatangkan dari petani dan peternak binaan. Antusiasme warga sangat tinggi, terlihat dari beberapa komoditas seperti beras, cabai, daging, telur, dan sayuran yang langsung ludes dalam hitungan jam.
Sumarno memastikan bahwa ketersediaan pangan di Jawa Tengah tetap aman dan harga bahan pokok masih terkendali. Namun, jika terjadi lonjakan harga yang signifikan, pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi, salah satunya melalui subsidi transportasi.
Ia menegaskan bahwa pemerintah sudah siap dengan berbagai skema jika sewaktu-waktu harga bahan pokok melonjak tajam di daerah tertentu.
Bazar Ramadan ini tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga murah, tetapi juga memberikan ruang bagi UMKM untuk berkembang dan menjaga stabilitas ekonomi menjelang Idulfitri.