Saturday, 13 June 2026


Produksi Gabah Nasional 13,94 Juta Ton, Prabowo: Petani Adalah Pahlawan

07 Apr 2025, 16:08 WIBEditor : Gesha

Produksi gabah nasional tembus 13,94 juta ton! Di Majalengka, Presiden Prabowo menyebut para petani sebagai pahlawan sejati yang menjaga nyawa bangsa lewat ketahanan pangan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Majalengka -- Produksi gabah nasional tembus 13,94 juta ton! Di Majalengka, Presiden Prabowo menyebut para petani sebagai pahlawan sejati yang menjaga nyawa bangsa lewat ketahanan pangan.

Angin segar berembus dari hamparan sawah di Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatiwangi, Majalengka.

Di bawah langit cerah Senin pagi (7/4/2025), Presiden Prabowo Subianto berdiri di hadapan ratusan petani dan mengumumkan kabar menggembirakan, produksi gabah kering giling (GKG) nasional sepanjang Januari hingga April 2025 mencapai 13,94 juta ton yang otomatis menjadi tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

Suasana semarak Panen Raya Nasional berubah haru saat Prabowo menyebut pencapaian itu bukan sekadar angka, melainkan simbol kekuatan bangsa.

“Ini bukan hanya keberhasilan teknis. Ini adalah keberhasilan moral, sosial, dan bukti nyata kekuatan rakyat Indonesia, terutama para petani,” ujarnya penuh semangat.

Menurut data Kerangka Sampel Area (KSA) dari Badan Pusat Statistik (BPS), potensi luas panen April saja menyentuh angka 1,59 juta hektare.

Dari lahan tersebut, diperkirakan bakal dihasilkan 8,63 juta ton GKG atau sekitar 4,97 juta ton beras. Gabungan produksi dari Januari hingga April menjadikan tahun ini mencetak rekor tertinggi sejak 2018.

Prabowo pun tak ragu menyematkan gelar “pahlawan pangan” kepada para petani.

“Tanpa pangan, tidak ada bangsa. Tanpa petani, tidak ada Indonesia,” tegasnya lantang, memantik tepuk tangan panjang dari para hadirin.

Lebih jauh, Presiden juga menyoroti stabilitas harga pangan selama Ramadan dan Idulfitri tahun ini.

Ia mengklaim, harga bahan pokok tetap stabil dan terjangkau sesuatu yang tak bisa dicapai tanpa kerja sama lintas sektor.

“Banyak negara krisis pangan.Negara-negara besar sekalipun kekurangan telur. Tapi Indonesia justru ekspor. Ini hasil dari kebijakan yang masuk akal dan kerja keras rakyat,” tuturnya. 

Data dari Kementerian Pertanian menunjukkan, 14 provinsi penghasil utama berkontribusi sebesar 91,42 persen terhadap total produksi nasional bulan ini.

Jawa Timur berada di posisi teratas, disusul oleh Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Lampung, dan Nusa Tenggara Barat.

Namun, Prabowo tak ingin keberhasilan ini berhenti di panen raya semata. Ia menegaskan bahwa pemerintahannya akan terus mendorong program strategis demi memperkuat ketahanan pangan nasional.

Mulai dari pencetakan lahan sawah baru, penyederhanaan distribusi pupuk, peningkatan teknologi pertanian, hingga penguatan koperasi desa.

“Saya ingin rakyat menikmati protein cukup, harga bahan pokok yang masuk akal, dan kehidupan desa yang produktif. Kita ingin ada gudang di tiap desa, cold storage, bahkan apotek dan truk pengangkut hasil tani. Petani harus sejahtera,” serunya, seolah menggambarkan masa depan pertanian yang lebih cerah.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman turut angkat bicara. Ia mengungkapkan, harga gabah di tingkat petani kini mencapai Rp6.500 per kilogram dimana terjadi lonjakan signifikan dibandingkan tahun lalu.

Ia juga menyoroti perubahan drastis dalam birokrasi penyaluran pupuk.

“Dulu, distribusi pupuk harus melalui tanda tangan dari 12 menteri, 38 gubernur, dan 500-an bupati. Sekarang cukup dengan satu Inpres, pupuk bisa langsung dari pabrik ke gapoktan,” katanya.

Amran juga menyebut keberhasilan program pompanisasi saat krisis El Nino, yang berhasil menyelamatkan produksi padi di Pulau Jawa.

“Kita mencatat peningkatan produksi 2,8 juta ton di Jawa saja. Dan untuk Januari hingga Maret, produksi naik 52 persen dibanding tahun lalu,” tutupnya.

Dengan semangat yang membara dan padi yang menguning di kejauhan, momen ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sebuah bangsa bisa tumbuh dari ladang, cangkul, dan tetes keringat petani.

Reporter : Nattasya
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018