
Presiden Lakukan Panen di Majalengka
TABLOIDSINARTANI.COM, Majalengka – Stabilitas harga dan pasokan pangan selama Ramadan hingga Idulfitri 2025 menjadi salah satu keberhasilan penting pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Presiden Prabowo secara langsung menyampaikan apresiasi atas kinerja tim pangan nasional dalam acara Panen Raya Padi Serentak di 14 provinsi, yang digelar di Majalengka, Jawa Barat, Senin (7/4).
Ia mengaku bersyukur karena harga bahan pokok tetap stabil dan terjangkau selama momen penting keagamaan.
“Saya sangat bahagia karena harga pangan terkendali dan rakyat bisa menikmati Ramadan dan Idulfitri dengan tenang. Ini tidak lepas dari kerja keras tim pangan di bawah koordinasi Menko Pangan dan Badan Pangan Nasional,” ujar Presiden.
Menanggapi hal tersebut Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama lintas sektor.
Menurutnya, NFA fokus pada stabilisasi harga dari hulu ke hilir agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan petani maupun masyarakat.
“Alhamdulillah, Bapak Presiden cukup puas. Kami terus memantau harga dari produsen hingga konsumen. Tahun ini, kita lihat harga gabah petani mengalami kenaikan, sementara harga beras medium di pasaran justru stabil bahkan menurun,” jelas Arief.
Data NFA per 6 April 2025 menunjukkan bahwa harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani naik 9,35 persen dibanding tahun lalu menjadi Rp 6.559 per kilogram.
Sementara itu, harga beras medium mengalami penurunan di sejumlah zona. Di Zona 1, harga turun 3,46 persen dari Rp 13.618 menjadi Rp 13.147 per kilogram. Penurunan juga tercatat di Zona 2 dan 3.
Menurut Arief, pencapaian tersebut tidak lepas dari efektivitas berbagai program intervensi pemerintah, khususnya kolaborasi antara NFA dan Perum Bulog.
Tahun ini, Bulog mampu menyerap lebih banyak gabah dari petani karena skema pendanaan diubah menjadi Operasi Investasi Pemerintah (OIP).
Skema ini membuat Bulog lebih fleksibel dan efisien dalam menyerap hasil panen.
Dengan dukungan skema baru ini, stok beras nasional yang dikelola Bulog mengalami peningkatan signifikan.
Dari 326 ribu ton di akhir 2022, naik menjadi 810 ribu ton di akhir 2023, dan melonjak hingga 2,2 juta ton per akhir Maret 2025.
Tak hanya menjaga stok, NFA juga sukses menyalurkan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) secara masif.
Selama 2024, tercatat 3,3 juta ton beras CBP disalurkan untuk program bantuan pangan, stabilisasi harga, dan penanganan darurat. Jumlah ini merupakan yang tertinggi sejak 2019.
Dampak nyata dari penyaluran ini terlihat pada angka inflasi beras. Jika pada Februari 2024 inflasi beras sempat mencapai 5,32 persen, maka di akhir tahun berhasil ditekan drastis hingga hanya 0,1 persen.
Arief menegaskan komitmennya untuk terus mendukung visi Presiden menjadikan Indonesia sebagai negara yang berdaulat pangan.
Ia optimistis, dengan sinergi yang terus diperkuat, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri, tapi juga siap menjadi lumbung pangan dunia.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat intervensi pasar, menjaga pasokan, dan memastikan keseimbangan antara kesejahteraan petani dan keterjangkauan harga bagi masyarakat. Ini adalah bentuk nyata bakti pemerintah untuk rakyat,” tutupnya.