Friday, 06 March 2026


Punya Stok Beras Hingga 3 Tahun Kedepan, Bulog Sidrap Pusing Soal Penyimpanan

25 Apr 2025, 07:57 WIBEditor : Herman

Ilustrasi Gudang Bulog

TABLOIDSINARTANI.COM, Sidrap --- Kebutuhan beras di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dipastikan aman dalam jangka waktu tiga tahun ke depan, berkat stok beras yang melimpah di Gudang Bulog Sidrap.

Kepala Bulog Sidrap, Simon Melkisedek Lakapu, mengungkapkan hal ini dalam keterangan pers yang disampaikan, Kamis (24/4).

Menurut Simon, hingga saat ini Bulog Sidrap telah berhasil menyerap sebanyak 72.700 ton gabah, yang setara dengan 140 persen dari target yang ditetapkan, yakni 40.530 ton.

Angka ini menjadikan Sidrap sebagai wilayah dengan realisasi pembelian gabah tertinggi, bukan hanya di Sulawesi Selatan, tetapi juga di wilayah Indonesia Timur.

"Stok beras kita saat ini mencapai lebih dari 328.000 ton, yang cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga tahun ke depan. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja keras 65 mitra pabrik penggilingan padi (PB) serta dukungan luar biasa dari pemerintah daerah, TNI, dan Polri," ujar Simon.

Saat ini, harga gabah di Sidrap berkisar antara Rp6.700 hingga Rp6.800 per kilogram, yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan oleh Presiden RI Prabowo, yaitu Rp6.500.

Kenaikan harga ini turut membantu menjaga stabilitas harga beras di tingkat petani.

Selain untuk memenuhi kebutuhan lokal, Gudang Bulog Sidrap juga sedang mempersiapkan pengiriman beras ke berbagai wilayah lain di Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, dan Papua. Untuk NTT, permintaan beras mencapai 4.000 ton.

Namun, meskipun stok melimpah, over kapasitas gudang menjadi tantangan tersendiri. Simon menjelaskan bahwa Bulog Sidrap menghadapi kendala dalam hal penyimpanan, karena gudang yang ada saat ini belum memadai untuk menampung stok beras yang terus bertambah.

Untuk itu, diperlukan tambahan gudang kecil dan penambahan personel agar distribusi beras bisa berjalan lancar.

Selain itu, Simon mengusulkan perlunya program pasar murah dan operasi pasar yang lebih masif dari pemerintah untuk mencegah penumpukan beras di gudang, sekaligus memungkinkan beras baru untuk segera masuk.

"Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah dan semua pihak terkait untuk memastikan stok beras tetap aman, harga tetap stabil, dan ketahanan pangan nasional terjaga," kata Simon, menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi demi kedaulatan pangan Indonesia.

Dengan stok beras yang cukup hingga tiga tahun ke depan, Bulog Sidrap siap mendukung ketahanan pangan, baik untuk memenuhi kebutuhan lokal maupun nasional.

Reporter : Suriady
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018