Saturday, 14 February 2026


Susuri Pulau Borneo, Mentan Targetkan Kalimantan jadi Lumbung Pangan

14 May 2025, 14:52 WIBEditor : Yulianto

Mentan Amran saat berkunjung ke Kaltara

TABLOIDSINARTANI. COM, Bulungan---Optimalisasi lahan menjadi salah satu program Kementerian Pertanian untuk mengejar swasembada pangan. Dari banyak daerah, wilayah Pulau Kalimantan menjadi sasaran untuk program tersebut. Untuk menggerakan optimalisasi lahan, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman pun berkunjung ke beberapa wilayah di Pulau Borneo tersebut.

Di Kalimantan Utara, Mentan Amran meninjau areal persawahan Desa Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, Kamis (8/5). Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi daerah yang kini terus didorong bisa panen padi sebanyak tiga kali dalam setahun dengan meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari satu menjadi tiga dan perbaikan sistem irigasi sebagai kunci utama.

"Target kita menaikkan IP dari satu menjadi dua terlebih dahulu. Caranya adalah dengan memperbaiki irigasi yang sudah ada. Saya sudah berbicara langsung dengan Menteri PU,” kata Amran. 

Saat meninjau areal persawahan, Amran mengatakan, provinsi yang merupakan salah satu provinsi muda di Indonesia ini berpotensi besar menjadi sentra produksi padi berkat ketersediaan air sungai yang melimpah.

Untuk itu, ia menginstruksikan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan V Tanjung Selor untuk dapat segera mengurus percepatan pembangunan irigasi ke Jakarta agar irigasi Kaltara bisa diselesaikan tahun ini.

"Air sungai di sini sangat cukup, tapi sayangnya dibiarkan mengalir ke laut tanpa menjadi karbohidrat dan protein. Ini potensi besar yang harus dimanfaatkan. Kaltara seharusnya bisa jadi pemasok beras bagi daerah sekitarnya," kata Mentan.

Kementerian Pertanian juga mendorong pengembangan padi ladang (padi gogo) di wilayah Kaltara. Mengenai infrastruktur pendukung, Amran memastikan perbaikan jalan akan menjadi bagian dari program selanjutnya, terutama untuk memperlancar distribusi hasil pertanian.

"Yang penting produksi dulu. Alhamdulillah, saat ini stok beras nasional tertinggi dalam sejarah, ini berkat arahan langsung dari Presiden," ujar Amran.

Amran menegaskan, masalah pupuk, benih, dan alat mesin pertanian (alsintan) telah tertangani sehingga fokus pemerintah saat ini beralih ke pembenahan irigasi. Bahkan sebagai bentuk perlindungan harga, pemerintah menetapkan harga gabah petani sebesar Rp 6.500/kg dan meminta Bulog menyerap hasil panen tanpa tawar-menawar.

"Pupuk, benih, alat mesin pertanian sudah aman. Sekarang tinggal irigasi. Ini semua bentuk perhatian Presiden kepada petani. Kita ingin petani bahagia dan sejahtera," kata Amran. 

Amran juga mendorong percepatan tanam segera dilakukan di Kaltara dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian, yang diyakini dapat membuka peluang baru bagi peningkatan produksi. Melalui sinergi kuat antara pemerintah, petani, TNI/Polri, dunia usaha, dan masyarakat, Mentan optimistis kemandirian pangan di Kaltara dapat segera terwujud.

“Kita tidak bisa mengandalkan cara - cara konvensional. Alhamdulliah serapan Bulog selama 4 bulan tertinggi 57 tahun, stok kita juga tertinggi selama 57 tahun. Ini patut kita syukuri dan potensi besar Kaltara akan mendongkrak produksi pangan kita di masa mendatang,”tutup Amran

Setelah dari Kalimantan Utara, perjalanan Mentan berlanjut ke Kalimantan Timur. Baca halaman selanjutnya

Reporter : Julian
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018