Jumat, 12 Desember 2025


Panen Perdana Sorgum Super-1, Blora Siapkan Alternatif Pangan Masa Depan

16 Mei 2025, 07:20 WIBEditor : Herman

Panen Perdana Benih Super 1 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah

TABLOIDSINARTANI.COM, BlORA --- Kabupaten Blora mencatat sejarah dengan menggelar panen perdana benih sorghum bersertifikat di Dukuh Gelam, Desa Kedungwungu, Kecamatan Todanan. Sorghum yang dahulu hanya dikenal sebagai "cantel", "epoy", hingga "jagung pari", kini kembali naik daun sebagai alternatif pangan strategis nasional.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Yandri Susanto, hadir langsung dalam acara tersebut, didampingi Bupati Blora Arief Rohman, Wakil Bupati Sri Setyorini, serta sejumlah pejabat penting dari DPRD Jateng, Dinas Pertanian dan Perkebunan Jawa Tengah, hingga BPSB Jateng.

Dalam sambutannya, Menteri Yandri menyampaikan apresiasi atas inisiatif pengembangan sorgum oleh Pemkab Blora dan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). “Bagus ini, sorgum bisa menjadi alternatif bahan pangan masa depan. Apalagi harganya menguntungkan bagi petani. Saya mendukung penuh jika Blora menjadi pusat pengembangan sorgum nasional, baik untuk konsumsi maupun pembenihan unggul,” ujarnya.

Ia juga berkomitmen untuk mengoordinasikan dukungan lintas kementerian guna memperluas pengembangan sorgum secara nasional, serta mendorong paten benih sorgum Blora agar bisa dikenal di pasar internasional. “Saya berharap benih Sorgum Bersertifikasi Blora menjadi produk unggulan yang meninggalkan jejak sejarah,” tambahnya.

Sorghum (Sorghum bicolor) telah dikenal luas oleh masyarakat Jawa Tengah sejak lama, bahkan memiliki beragam nama di berbagai daerah. Selain sebagai bahan pangan, tanaman ini juga potensial untuk pakan ternak dan bahan baku industri seperti bioetanol.

Keunggulannya? Sorghum tahan terhadap kekeringan dan banjir, mampu tumbuh di berbagai kondisi tanah, serta kaya nutrisi. Dalam 100 gram sorgum terkandung 330–366 kalori, 11 gram protein, dan serat hingga 7 gram, lengkap dengan vitamin B1, B2, B3, zat besi, kalsium, dan fosfor. Kandungan gizinya bersaing ketat dengan jagung dan gandum.

Tak heran, di tengah semangat mewujudkan swasembada pangan nasional, sorghum mulai dilirik pemerintah sebagai alternatif strategis pengganti beras.

Blora Siap Jadi Sentra Benih Sorgum Nasional

Kawasan pertanaman benih yang dipanen kali ini berada di lahan seluas 0,5 hektare milik Tani Barokah, satu-satunya produsen benih sorgum di Jawa Tengah. Benih yang ditanam sejak 17 Januari 2025 ini merupakan varietas unggul “Super-1”, dengan pendampingan langsung dari BPSB Jateng.

Hasil panen tersebut selanjutnya akan diproses menjadi benih bersertifikat, siap memenuhi permintaan dari berbagai pihak yang mulai melirik sorgum sebagai komoditas masa depan.

Bupati Blora, Arief Rohman, mengungkapkan optimismenya terhadap masa depan sorgum di daerahnya. “Blora punya populasi sapi terbesar di Jawa Tengah. Sorgum ini cocok sekali dikembangkan di sini, karena bisa menyokong pangan dan pakan sekaligus,” tuturnya.

 

Ia juga menambahkan bahwa Blora saat ini telah surplus beras hingga 70%, menjadi produsen jagung terbesar kedua setelah Grobogan, serta penghasil tebu yang signifikan. “Ditambah pengembangan sorgum, Blora makin kokoh sebagai sentra pangan nasional,” tegas Arief.

Reporter : Djoko W
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018