
Penyerapan gabah Bulog mencapai lebih dari 2 juta ton
TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Perum BULOG hingga pertengahan Mei telah menyerap gabah petani lebih dari 2,1 juta ton setara beras. Pencapaian ini menunjukkan komitmen BULOG dalam mendukung petani nasional sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Dengan tambahan serapan ini, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikuasai Bulog kini telah melampaui 3,6 juta ton. Jumlah stok ini merupakan pencapaian tertinggi dalam 57 tahun berdirinya Bulog. Stok tersebut siap digunakan untuk mendukung berbagai program pemerintah sesuai penugasan.
Direktur Pengadaan Perum BULOG, Prihasto Setyanto menegaskan, BULOG akan terus melanjutkan penyerapan hasil panen petani secara optimal guna memastikan harga gabah tetap menguntungkan petani, sekaligus menjaga ketersediaan beras yang cukup bagi masyarakat.
“Sesuai dengan penugasan pemerintah, kami membeli gabah kering panen dari petani dengan harga Rp 6.500/kg. Melalui Tim Jemput Gabah Perum BULOG, bekerjasama dengan penyuluh pertanian dan Babinsa di lapangan, kami pastikan Bulog terus melakukan penyerapan sampai seluruh gudang penuh," kata Prihasto yang pernah menjabat sebagai Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian.
Ia menegaskan, Perum BULOG terus melakukan penyerapan gabah kering panen melalui petani langsung, kelompok tani dan gabungan kelompok tani. Selain itu Bulog juga melakukan penyerapan beras bekerjasama dengan para penggilingan padi di seluruh Indonesia mulai dari skala penggilingan kecil hingga besar.
Jaga Kualitas Beras
Di tengah lonjakan serapan ini, BULOG memastikan kualitas beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tetap terjaga optimal melalui serangkaian langkah pengawasan ketat di gudang.
Prihasto mengungkapkan, setiap beras yang masuk ke gudang BULOG wajib melewati proses pemeriksaan kualitas secara menyeluruh. Pemeriksaan ini melibatkan surveyor independen untuk menjamin transparansi dan akurasi standar mutu.
“Setiap beras yang masuk telah melalui proses uji kualitas yang melibatkan pihak ketiga independen, sehingga kualitasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan,” kata Prihasto.
Tidak hanya memastikan kualitas di awal penerimaan, BULOG juga menerapkan sistem pengelolaan perawatan secara berkala di gudang. “Kami memiliki mekanisme perawatan rutin terhadap komoditas yang disimpan, sehingga mutu beras tetap terjaga dengan baik hingga waktu distribusi,” tambahnya.
Langkah pengawasan dan perawatan terstruktur ini merupakan bagian dari komitmen BULOG dalam menjaga kepercayaan publik dan memastikan ketersediaan beras berkualitas bagi masyarakat.
Di tengah tingginya angka penyerapan, BULOG tetap mengutamakan kualitas untuk stabilisasi pasokan dan harga pangan di Indonesia.