Monday, 16 March 2026


Program MBG, Yuk Gunakan Pangan Lokal dan Kurangi Sisa Pangan

28 May 2025, 09:32 WIBEditor : Yulianto

Bincang MBG di Bapanas

 TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu program strategis pemerintah. Program tersebut bukan hanya tentang menyediakan makanan, melainkan juga tentang membentuk generasi masa depan yang sehat secara fisik dan sadar secara ekologis. Selain itu, program MBG juga menopang keberlanjutan ekosistem pangan hulu hilir karena menyerap hasil produk petani dalam negeri

Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy mengatakan, Program MBG merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan yang inklusif dan berkelanjutan. Keberhasilan MBG akan memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional dan mendukung visi Indonesia Emas 2045. 

”MBG bukan hanya tentang memberi makan, tetapi tentang membangun generasi yang sehat secara fisik dan sadar secara ekologis," ujar Sarwo Edhy saat Bincang Pangan Sehat Lestari bertajuk “Perspektif Lingkungan pada Program Makan Bergizi Gratis”.yang berlangsung secara hybrid di Jakarta, Selasa (27/5) 

Untuk itu Sarwo menegaskan, perlunya kolaborasi lintas sektor, dari mulai pemerintah, dunia usaha, legislatif, dan masyarakat sipil, untuk menjadikan MBG sebagai kebijakan transformatif dalam sistem pangan dan gizi nasional.

Sementara itu, Deputi Promosi dan Kerjasama Badan Gizi Nasional, Nyoto Suwignyo menambahkan, MBG tidak hanya menyediakan asupan nutrisi, tetapi juga menjadi ruang edukasi penting bagi peserta didik untuk memahami pentingnya konsumsi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. 

UNESCO (2020) menyebutkan bahwa pendekatan Education for Sustainable Development (ESD) memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran lingkungan sejak usia dini. Karena itu, dalam program MBG menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai keberlanjutan ke dalam proses belajar di sekolah, mulai dari pemilihan bahan pangan hingga pengelolaan sisa makanannya.

“Jika MBG dapat mengajarkan anak-anak bahwa menyisakan makanan bukan hanya soal etika, tapi juga soal tanggung jawab terhadap bumi, maka program ini akan menghasilkan dampak jangka panjang yang jauh lebih luas,” ujar Nyoto.

Untuk memperkuat sinergi antara kebijakan pangan dan kelestarian lingkungan, Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggandeng Jejaring Pasca Panen untuk Gizi Indonesia (JP2GI), serta didukung Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN).

Ketua JP2GI, Soen’an Hadi Poernomo mengatakan, MBG adalah kebijakan yang berpotensi menjadi model inspiratif bagi negara lain. Namun Ia menyoroti pentingnya MBG sebagai solusi terpadu terhadap masalah gizi dan ketimpangan akses pangan, sekaligus sebagai sarana penguatan ekosistem pangan lokal.

"Tantangan global hari ini adalah menyediakan pangan yang sehat dan adil tanpa merusak ekosistem. MBG harus menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan publik dapat menjawab krisis pangan dan krisis iklim secara bersamaan," tambah Soen’an. 

Namun demikian di sisi lain, dalam penyediaan makanan bergizi secara massal membawa risiko peningkatan susut dan sisa pangan. Baca halaman selanjutnya

Reporter : Echa
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018